Di kanal YouTube Hy Sport Indonesia, pakar sepak bola dari negara kepulauan Justinus Lhaksana mengatakan: "Tim U-23 Malaysia masih diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam turnamen U-23 Asia Tenggara yang sedang berlangsung, karena turnamen U-23 Asia Tenggara bukan bagian dari sistem kompetisi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA)."
"Namun, sepak bola Malaysia akan dilarang oleh FIFA hingga 2027. Alasannya, tim Malaysia menggunakan pemain naturalisasi palsu dalam pertandingan melawan tim Vietnam pada 10 Juni, dalam rangka kualifikasi Piala Asia 2027," tambah pakar sepak bola Justinus Lhaksana.

Pakar sepak bola Indonesia Justinus Lhaksana mengatakan pemain naturalisasi Malaysia itu memiliki latar belakang yang tidak jelas (Foto: NST).
Pada pertandingan tim Vietnam tanggal 10 Juni, tim Malaysia secara tak terduga menang dengan skor 4-0.
Dalam skuad Malaysia yang berhadapan dengan tim Vietnam di Stadion Bukit Jalil (Kuala Lumpur, Malaysia) hari itu, terdapat 5 pemain naturalisasi baru, yaitu Facundo Garces, Imanol Machuca, Jon Irazabal, Joao Figueiredo, dan Rodrigo Holgado. Kelima pemain ini berkontribusi besar terhadap kemenangan Malaysia atas tim Vietnam.
Pakar sepak bola Justinus Lhaksana berkomentar: "Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengklaim bahwa para pemain ini memiliki leluhur Malaysia. Jika itu benar, mengapa FAM tidak memberikan dokumen untuk membuktikannya?"
“Sebaliknya, jika latar belakang pemain-pemain di atas tidak jelas, berarti sepak bola Malaysia menyembunyikan sesuatu,” kata Bapak Justinus Lhaksana.

Pemain naturalisasi itu membantu Malaysia mengalahkan tim Vietnam 4-0 (Foto: VFF).
Menurut pengamat sepak bola Justinus Lhaksana, dibandingkan pendekatan FAM, Timnas Indonesia dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) jauh lebih transparan dalam membuktikan asal-usul pemain naturalisasi.
Bapak Justinus Lhaksana membandingkan: “Di Indonesia, kita menelusuri asal-usul pemain hingga dua hingga tiga generasi, dengan akta kelahiran dan segala hal terkait lainnya.”
"Lihat saja pemain-pemain naturalisasi kita, seperti Shayne Pattynama, Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangoen, Stefano Lilipaly, bahkan Emil Audero, mereka jelas berdarah Indonesia," tegas Bapak Justinus Lhaksana.
Sebelumnya, terdapat beberapa tuduhan, terutama dari surat kabar Indonesia, terhadap tim Malaysia. Tuduhan-tuduhan tersebut menyatakan bahwa pemain naturalisasi Malaysia tersebut tidak memenuhi syarat untuk bermain bagi tim berjuluk Harimau Malaya tersebut, saat tim tersebut menjamu tim Vietnam pada 10 Juni.
Awal bulan ini, Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Datuk Seri Windsor Paul mengonfirmasi bahwa AFC tidak sedang menyelidiki tim Malaysia terkait masalah pemain naturalisasi.
Sekretaris Jenderal AFC juga menegaskan tidak ada pengaduan terhadap tim Malaysia, terkait pertandingan pada 10 Juni, antara tim Malaysia dan tim Vietnam.
Source: https://dantri.com.vn/the-thao/chuyen-gia-indonesia-tuyen-bo-soc-bong-da-malaysia-se-bi-fifa-cam-van-20250720233113504.htm
Komentar (0)