Kerang Jepang yang diimpor ke Vietnam harganya sekitar 150.000-600.000 VND per kilogram (tergantung ukuran), turun hampir setengah dibandingkan tahun lalu.
Kerang Jepang dulunya dianggap sebagai makanan lezat kelas atas dengan harga jutaan VND per kilogram, tetapi kini lebih populer dan lebih murah daripada sebelumnya. Ibu Mai Anh ( Hanoi ) mengatakan bahwa tahun lalu ia membeli kerang dengan berat 155-158 butir per kilogram dengan harga sekitar 300.000 VND, dan sekarang harganya hanya 150.000 VND. Berkat harga yang terjangkau dan nilai gizinya yang tinggi, ia sering membeli makanan laut jenis ini untuk diolah dan dinikmati keluarganya.
Di Kota Ho Chi Minh, banyak bisnis juga mengimpor kerang Jepang untuk dijual. Saat ini, setiap kilogram kerang berisi 20-25 ekor harganya sekitar 550.000 VND, turun 30% dibandingkan sebelumnya.
CEO jaringan restoran makanan laut besar di Kota Ho Chi Minh mengatakan bahwa sebelumnya hanya sedikit bisnis yang mengimpor makanan laut jenis ini, tetapi sekarang jumlahnya telah meningkat beberapa kali lipat, sehingga harganya kompetitif. Untuk menarik lebih banyak pelanggan, selain produk beku, sistemnya telah mengimpor kerang hidup utuh sejak awal tahun ini. Harga kerang segar memang lebih tinggi daripada produk beku, tetapi berkat kualitasnya yang unggul, penjualannya meningkat tiga kali lipat dibandingkan awal tahun.

Asosiasi Eksportir dan Produsen Makanan Laut Vietnam (VASEP) mengutip data Kementerian Keuangan Jepang, yang menyebutkan bahwa pada paruh pertama tahun ini, Jepang mengekspor 13.075 ton kerang tanpa cangkang ke Vietnam. Jumlah ini meningkat 21 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Harga impor menurun, rata-rata hampir 50%, menjadi sekitar 231 yen (setara dengan 40.000 VND) per kilogram.
Menjelaskan alasan mengapa kerang Jepang berbondong-bondong ke Vietnam, menurut Bapak Tan, Direktur sebuah perusahaan distribusi di Kota Ho Chi Minh, setelah Tiongkok melarang impor makanan laut dari Jepang akibat insiden pembuangan air limbah dari PLTN Fukushima, negara ini terpaksa memperluas pasarnya. Vietnam dan negara-negara Asia Tenggara menjadi pasar konsumen baru mereka yang menarik.
Selain menjadi pasar konsumen, Vietnam juga menjadi tempat pengolahan kerang bagi Jepang. Pabrik-pabrik di Vietnam sedang menguji coba pengolahan kerang Hokkaido, kemudian mengekspornya kembali ke Jepang untuk memasok restoran dan pengecer. Menurut statistik dari Departemen Umum Bea Cukai, dalam 7 bulan pertama tahun ini, masyarakat Vietnam menghabiskan 101,5 juta dolar AS untuk mengimpor makanan laut dari Jepang, termasuk kerang, salmon, gurita, dan herring.
Sumber
Komentar (0)