Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Teknologi perangkap panas pada Su-30: 'Mimpi buruk' rudal pencari panas

Sistem penangkap panas pada pesawat tempur serbaguna Su-30 berperan penting dalam menangkal ancaman dari rudal pencari panas.

ZNewsZNews30/04/2025

Jet tempur Su-30MK2 menjatuhkan perangkap panas di langit Kota Ho Chi Minh. Foto: Hoang Ha .

Dalam pertempuran modern, pesawat tempur seperti Su-30 milik Angkatan Udara Rusia menghadapi banyak ancaman, terutama dari rudal pencari panas seperti MANPADS (sistem pertahanan udara portabel manusia) atau rudal udara-ke-udara... Untuk melindungi pesawat dari ancaman ini, teknologi suar memainkan peran penting dalam sistem pertahanan pesawat tempur Su-30.

Apa itu perangkap panas?

Perangkap panas, juga dikenal sebagai target panas palsu (ЛТЦ - ложные тепловые цели dalam bahasa Rusia), adalah perangkat piroteknik yang dirancang untuk menghasilkan panas dalam jumlah besar saat dinyalakan. Struktur perangkap panas cukup sederhana: sebuah tabung kecil berisi bahan bakar padat, mirip dengan amunisi sinyal atau penerangan. Saat diluncurkan, perangkap panas menciptakan sumber panas yang lebih kuat daripada mesin pesawat, mengelabui pencari inframerah rudal, menyebabkan rudal berbelok ke perangkap panas alih-alih membidik pesawat.

Pada pesawat tempur Su-30, perangkap panas dilengkapi dengan dispenser otomatis, yang umumnya dikenal sebagai pengacau. Perangkat ini terintegrasi dengan sistem pertahanan pesawat, yang memungkinkan perangkap panas diaktifkan secara manual oleh pilot atau secara otomatis dalam beberapa kasus, tergantung pada ancamannya.

Peran perangkap panas pada pesawat tempur Su-30

Su-30, termasuk varian seperti Su-30SM, merupakan salah satu platform utama Angkatan Udara Rusia, yang banyak digunakan dalam operasi di Suriah dan Ukraina. Dengan kemampuan beroperasi di lingkungan udara-ke-udara dan udara-ke-darat, Su-30 terus-menerus menghadapi ancaman dari rudal pencari panas. Perangkap panas merupakan bagian integral dari sistem pertahanan pesawat, yang membantu melindungi pilot dan pesawat dari serangan.

Menurut sumber-sumber Barat, seperti artikel di The Drive, Su-30SM telah digunakan secara kreatif sebagai "perangkap panas" taktis. Saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi pangkalan Hmeimim di Suriah, pesawat tempur Su-30SM mengawal pesawat Tu-214PU miliknya dengan daya maksimum, menghasilkan gas buang yang lebih panas untuk menarik rudal MANPADS potensial. Pada saat yang sama, Su-30SM memasang sejumlah besar perangkap panas, menciptakan target panas palsu di luar angkasa, sehingga meningkatkan kemampuan untuk mengelabui rudal musuh.

Keterbatasan dan tantangan

Meskipun perangkap panas merupakan teknologi yang efektif, sistem pertahanan Su-30SM memiliki beberapa keterbatasan. Menurut The Aviationist, banyak pesawat Rusia, termasuk Su-30SM, tidak dilengkapi dengan sistem peringatan pendekatan rudal yang canggih. Artinya, peluncuran perangkap panas seringkali bergantung pada pengamatan dan reaksi pilot, alih-alih sepenuhnya otomatis. Dalam lingkungan pertempuran yang kompleks, hal ini dapat mengurangi efektivitas perangkap panas.

Selain itu, rudal pencari panas modern, seperti AIM-9X Amerika atau Igla-S Rusia, telah ditingkatkan kemampuannya untuk membedakan antara perangkap panas dan mesin pesawat. Hal ini mengharuskan Angkatan Udara Rusia untuk terus meningkatkan teknologi perangkap panas, seperti menggunakan perangkap panas yang lebih canggih (misalnya PPI-26 IW) atau menggabungkannya dengan sistem penanggulangan inframerah terarah (DIRCM) seperti Vitebsk L370, meskipun sistem ini saat ini sebagian besar dipasang pada pesawat seperti Su-25SM3.

Aplikasi praktis

Perangkap panas telah membuktikan keampuhannya dalam operasi nyata bagi Su-30. Di Suriah, Su-30SM secara rutin menerbangkan misi serangan dan patroli, di mana mereka menghadapi risiko dari pertahanan udara pemberontak di ketinggian rendah. Pelepasan perangkap panas, dikombinasikan dengan manuver mengelak oleh pilot, membantu mengurangi risiko ditembak jatuh oleh rudal pencari panas. Demikian pula, selama konflik di Ukraina, pesawat Rusia seperti Su-30 dan Su-34 tercatat menggunakan perangkap panas untuk melawan MANPADS yang dikerahkan musuh.

Gambar dan video dari sumber seperti EurAsian Times menunjukkan Su-30SM meluncurkan perangkap panas, menciptakan garis-garis cahaya terang di langit.

Masa depan teknologi perangkap panas pada Su-30

Seiring kemajuan teknologi rudal, Angkatan Udara Rusia berupaya meningkatkan pertahanan Su-30. Salah satu cara potensial adalah mengintegrasikan sistem DIRCM seperti Vitebsk L370, yang menggunakan laser untuk mengganggu pencari inframerah rudal. Namun, perangkap panas akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari persenjataan pertahanan Su-30, berkat biaya rendah, efektivitas, dan kecepatan penyebarannya.

Selain itu, Rusia mungkin mengembangkan jenis perangkap panas baru yang memancarkan jejak panas yang lebih kompleks untuk mengelabui rudal generasi baru. Menggabungkan perangkap panas dengan taktik inovatif, seperti menggunakan Su-30 sebagai "target panas palsu" selama misi pengawalan, juga akan terus dieksploitasi.

Teknologi perangkap panas pada jet tempur Su-30 Angkatan Udara Rusia merupakan contoh utama keseimbangan antara efisiensi dan biaya dalam peperangan modern. Meskipun bukan solusi sempurna, perangkap panas telah memainkan peran penting dalam melindungi Su-30 dari ancaman rudal pencari panas. Dengan perkembangan teknologi militer yang berkelanjutan, perangkap panas akan terus ditingkatkan dan dipadukan dengan sistem pertahanan canggih, memastikan Su-30 tetap menjadi salah satu pesawat tempur paling tangguh di angkasa.

Sumber: https://znews.vn/cong-nghe-bay-nhiet-tren-su-30-con-ac-mong-cua-ten-lua-tam-nhiet-post1550013.html


Komentar (0)

No data
No data

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk