Penulis asal Italia Huynh Ngoc Nga, 76 tahun, yang tertua dalam kontes tersebut, memenangkan hadiah kedua untuk karyanya "Papan Catur Ayah". (Foto: Phuong Hoa/VNA)
Acara ini menjadi lebih bermakna karena diadakan bertepatan dengan peringatan 75 tahun terjalinnya hubungan diplomatik Vietnam-Hongaria dan peringatan 35 tahun hubungan diplomatik Vietnam-Uni Eropa.
Dari 182 entri yang diterima (98 esai dan 84 puisi) oleh 144 penulis dari 18 negara, panitia penyelenggara, termasuk Forum Wanita Vietnam di Eropa dan Asosiasi Penulis Vietnam, memilih 18 karya dalam dua genre puisi dan esai untuk memberikan hadiah, di mana Hadiah Pertama senilai 2.000 USD diberikan kepada karya "Vong quay" oleh Ibu Nguyen Thi Hong An dari Prancis.
Salah satu kejutan bagi para juri adalah bahwa penulis asal Italia, Huynh Ngoc Nga, berusia 76 tahun, yang tertua dalam kompetisi tersebut, memenangkan hadiah kedua untuk karyanya "Papan Catur Ayah."
Ketua juri, Ketua Asosiasi Penulis Vietnam, penyair dan penulis Nguyen Quang Thieu, menyampaikan bahwa ini adalah kontes menulis yang sangat bermakna karena untuk pertama kalinya topik perempuan Vietnam yang tinggal di luar negeri diangkat. Topik yang benar-benar baru, tidak sederhana tetapi sangat mendalam, memberikan perspektif yang lebih spesifik kepada para pembaca tentang kehidupan perempuan Vietnam yang tinggal di luar negeri.
Dalam wawancara dengan wartawan VNA di Eropa, penyair Tran Dang Khoa, Wakil Presiden Asosiasi Penulis Vietnam, menegaskan bahwa penyelenggaraan lomba menulis puisi tentang perempuan Vietnam yang tinggal di luar negeri merupakan inisiatif yang sangat unik. Karena ini adalah lomba untuk perempuan non-profesional, artinya para pesertanya tidak dibuat-buat atau kreatif, melainkan tenang dan mendalam seperti kehidupan mereka sendiri.
Kehidupan dihadirkan di atas kertas, sehingga halaman-halamannya terasa nyata, tidak dipaksakan, tidak fiktif, dan sangat emosional. Dapat dikatakan bahwa ini adalah gambaran panorama kehidupan perempuan di negeri asing, yang dengan gamblang menggambarkan berbagai situasi dan takdir.
Ketua Forum Perempuan Vietnam di Eropa sekaligus ketua panitia penyelenggara, Dr. Phan Bich Thien, mengungkapkan kegembiraannya atas keberhasilan kontes tersebut. Ia mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya kontes menulis puisi bertema perempuan Vietnam yang tinggal di luar negeri diadakan, dan juga khusus untuk perempuan Vietnam yang tinggal di luar negeri.
Menurut Dr. Phan Bich Thien, kehidupan perempuan Vietnam yang tinggal jauh dari rumah membutuhkan upaya besar, pengorbanan diam-diam, dan aspek-aspek yang tidak banyak diketahui orang. Keinginan untuk menghormati perempuan sekaligus membantu pembaca di dalam negeri memahami lebih lanjut tentang perempuan Vietnam yang tinggal jauh dari rumah menjadi motivasi Forum Perempuan Vietnam di Eropa untuk menyelenggarakan kontes khusus ini.
Kontes menulis tentang perempuan Vietnam yang tinggal di luar negeri dapat dikatakan sebagai kesempatan yang luar biasa bagi para perempuan untuk berbagi kisah mereka selama tinggal di luar negeri. Para juri dan penyelenggara sangat mengapresiasi karya-karya yang masuk karena mungkin belum dipoles secara profesional dalam hal kualitas sastra dan seni, tetapi sangat menyentuh dalam hal kejujuran.
Pemenang Kompetisi Puisi dan Sastra tentang Perempuan Vietnam di Luar Negeri. (Foto: Phuong Hoa/VNA)
Lebih dari sekadar kontes sastra, ini sungguh sebuah perjalanan menghubungkan jiwa - di mana hati ratusan perempuan dirangsang melalui puisi, melalui prosa yang sederhana namun penuh semangat. Setiap karya yang dikirimkan adalah dunia yang berbeda, kisah-kisah autentik, yang membawa nostalgia jauh dari rumah, kenangan akan rumah, pengorbanan yang tak terucapkan, dan kekuatan batin perempuan Vietnam yang luar biasa.
Upacara penyerahan penghargaan kontes tersebut diadakan di ruang Senat Parlemen Hongaria dan dihormati oleh Wakil Presiden Tetap Majelis Nasional Mátrai Márta dan delegasi Asosiasi Penulis Vietnam yang dipimpin oleh Wakil Presiden Tran Dang Khoa.
Fakta bahwa upacara penghargaan diadakan di kantor pusat badan legislatif tertinggi negara tuan rumah merupakan bukti semakin meningkatnya posisi masyarakat Vietnam pada umumnya dan perempuan Vietnam di luar negeri pada khususnya, dalam mendampingi negara di era pembangunan nasional.
Menurut VNA
Sumber: https://baothanhhoa.vn/cuoc-thi-viet-van-tho-dau-tien-ve-nguoi-phu-nu-viet-nam-noi-xa-xu-252358.htm
Komentar (0)