Pada 18 Juli, kantor berita TASS mengutip informasi dari wawancara dengan Duta Besar Rusia untuk Jerman Sergey Nechaev yang menyatakan bahwa pemerintah Jerman terus menolak usulan untuk membuka penyelidikan internasional atas serangan terhadap pipa gas Nord Stream pada September 2022.
Berlin menjadi satu-satunya negara yang terlibat dalam penyelidikan sabotase pipa gas yang menghubungkan Rusia dan Jerman. (Sumber: Aputnik) |
Duta Besar Nechaev menyatakan: "Meskipun Rusia berulang kali mendesak, pemerintah Jerman tetap menolak usulan untuk melakukan investigasi internasional atas serangan teroris terhadap infrastruktur energi terbesar di Eropa. Pihak Jerman merujuk pada investigasi yang sedang berlangsung dan menekankan ketidakmampuan untuk melakukan intervensi."
Selama ini, belum ada pernyataan resmi yang dirilis yang dapat menjelaskan masalah ini. Masalah ini terus diupayakan dengan segala cara yang memungkinkan. Tanggal penyelesaian investigasi juga belum diumumkan.
Diplomat Rusia tersebut mencatat bahwa Denmark dan Swedia telah menutup penyelidikan mereka sendiri atas insiden tersebut. Berlin kini memiliki hak eksklusif untuk menyelidiki sabotase pipa gas Rusia-Jerman.
Sementara itu, ekonomi terbesar Eropa menderita kerugian paling signifikan ketika jaringan pipa gas ini disabotase karena merupakan konsumen gas utama Moskow dan pusat distribusi gas di benua itu.
“Saya pikir para penyelidik sudah lama mengetahui siapa yang memerintahkan dan melakukan serangan teroris terbesar terhadap infrastruktur gas Nord Stream.
Jejak kejahatan semacam itu tidak dapat disembunyikan, terutama ketika pihak yang menyelidiki memiliki semua sarana pengawasan dan intelijen," tegas Duta Besar Rusia untuk Jerman Nechaev.
* Sabotase Nord Stream juga berulang kali disebutkan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada 17 Juli dalam konferensi pers di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menteri luar negeri Rusia mengatakan bahwa setelah menjatuhkan sanksi pada Rusia, Eropa mulai membayar tambahan 200 miliar euro untuk sumber daya energi.
"Perekonomian Eropa saat ini sedang berjuang karena terpaksa menanggung beban utama sanksi. Dan tentu saja, pipa gas Nord Stream, yang seharusnya terus menjamin kemakmuran ekonomi Jerman, telah hancur," tegasnya.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/su-co-dong-chay-phuong-bac-dai-su-nga-noi-cac-nha-dieu-tra-da-biet-ai-ra-lenh-duc-bac-bo-mot-de-xuat-279304.html
Komentar (0)