Ketika orang memikirkan Quang Nam , mereka memikirkan mi Quang. Hidangan ini menarik bukan hanya karena cita rasanya yang khas Quang Nam, tetapi juga karena hubungannya yang istimewa dengan kehidupan dan ruang budaya yang berakar kuat dalam "esensi" Quang Nam.

Tidak ada resep atau standar khusus untuk mi Quang; ini hanyalah hidangan sederhana masyarakat provinsi Quang Nam, dan secara bertahap menjadi makanan khas Quang Nam.
Mie Quang bukan hanya soal makan; yang terpenting, mie ini harus dinikmati secara visual dan aroma. Hidangan ini memiliki karakteristik yang sangat khas: lezat, menarik, kaya rasa, dan familiar. Masyarakat Quang Nam, dalam seni kuliner mereka, lebih menyukai pendekatan multi-rasa, di mana semua rasa saling melengkapi, menciptakan cita rasa keseluruhan yang kaya dan kompleks.
Proses pembuatan hidangan mi ini cukup sederhana, tetapi membutuhkan keterampilan dan ketelitian. Pertama, beras harus direndam hingga lunak, kemudian digiling dengan air di dalam lesung batu hingga menjadi bubuk halus.
Setelah menggiling tepung beras, cetakan bundar yang diregangkan dengan kain diletakkan di atas panci berisi air mendidih. Tutupnya bisa berupa topi kerucut untuk menahan uap, dan digunakan sendok tempurung kelapa bergagang bambu. Saat menuangkan campuran tepung beras ke dalam cetakan kain, sendok dibalik untuk meratakan lapisan adonan yang tipis dan merata. Tutup ditutup selama beberapa menit untuk memasak mi, kemudian lapisan adonan tipis lainnya ditambahkan untuk membuat mi lebih tebal. Pisau bambu tipis digunakan untuk mengangkat mi dan mengeringkannya di rak bambu. Setelah dingin, mi diolesi minyak, dan diletakkan di dalam keranjang yang ditutupi daun pisang agar tidak kering.
Pada saat yang sama, mereka mencampur tepung beras dengan biji wijen, meratakan adonan tipis-tipis, dan menyusunnya di atas nampan bambu untuk dikeringkan di bawah sinar matahari, membentuk lembaran kertas beras. Di siang hari yang terik di musim panas atau malam hari yang sejuk di musim gugur, berhenti di warung pinggir jalan untuk minum semangkuk teh hijau yang harum, lalu menikmati semangkuk mi Quang hangat, adalah pengalaman yang menenangkan: "Kami berbagi semangkuk teh hijau, dan semangkuk mi Quang untuk menghangatkan hatimu."
Seni membuat kaldu dan bumbu bergantung pada keahlian ibu rumah tangga, dan tidak harus mengikuti resep tertentu. Baik dibuat dengan tulang ayam atau babi, kaldu harus jernih dan memiliki rasa manis, tidak seperti kaldu pho yang dibuat dengan tulang sapi.
Menyantap mi Quang membutuhkan kulit lumpia goreng yang renyah dan berbunyi kriuk saat dipatahkan, bunga pisang segar yang diiris tipis, dan rempah-rempah umum seperti daun keprok, daun mint, sawi, ketumbar, dan daun ketumbar, semuanya dengan rasa asam, pedas, manis, dan pahit, serta daun mint ikan. Setelah kuah dituangkan di atas mi, mangkuk diberi taburan kacang tanah panggang yang renyah dan berwarna keemasan.
Perpaduan sempurna antara mi keemasan dengan ayam yang empuk dan beraroma, kacang tanah yang kaya rasa, dan rempah-rempah aromatik, semuanya dicampur dalam saus yang kaya dan gurih, siap menaklukkan selera bahkan penikmat kuliner yang paling selektif sekalipun.
Sumber: https://daidoanket.vn/dam-da-my-quang-10296811.html






Komentar (0)