Dengan hanya beberapa minggu tersisa hingga Tahun Baru Imlek, pemilik kebun buah persik dan kumquat di Dien Bien sibuk merawat pohon mereka untuk memenuhi tenggat pengiriman saat Tet mendekat.
Pada tahun 2024, akibat dampak banjir, produksi buah persik dan kumquat di provinsi-provinsi utara menurun drastis. Hal ini menyebabkan pasokan bunga hias Tet di pasaran semakin langka, yang mengakibatkan kenaikan harga bunga dan tanaman hias.
Hadir di kebun kumquat milik keluarga Tn. Tran Manh Ha (Desa Thanh Dong, Kecamatan Thanh Hung, Kabupaten Dien Bien), wartawan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri pohon-pohon kumquat yang sarat dengan buah dirawat dengan sangat teliti oleh pemilik kebun.
Bapak Ha berkata: "Tahun lalu, pelanggan hanya menghabiskan lebih dari 1 juta VND untuk mendapatkan pohon kumquat yang memuaskan, tetapi tahun ini, harganya naik 1,5 kali lipat. Rata-rata, pohon kumquat yang indah harganya 1,5 hingga 2 juta VND/pohon, tergantung jenisnya."
Bapak Ha menjelaskan, penyebab naiknya harga buah kumquat ini karena Badai No. 3 ( Yagi ) telah merusak ratusan hektare pohon persik dan kumquat di wilayah delta, sehingga membuat pasar tanaman hias pada saat Tet tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
Memiliki kebun dengan lebih dari 300 pohon kumquat, keluarga Pak Ha sangat menantikan musim Tet ini. Hingga saat ini, hampir 20% pohon telah dipesan dan masih banyak pelanggan yang sedang melakukan survei dan negosiasi. Untuk memastikan kualitas buah, keluarga Pak Ha berfokus merawat kebun kumquat dengan sangat hati-hati.
Sementara itu, kebun persik dengan lebih dari 1.000 pohon milik keluarga Ibu Lo Thi Cuong (tim 2, kecamatan Thanh Hung, distrik Dien Bien) juga menjadi tujuan wisata yang akrab bagi para pedagang dan penduduk setempat setiap hari raya Tet.
Ibu Cuong berkata: “Pohon persik saya tumbuh dengan baik. Namun, untuk mengetahui harga pastinya, kami harus menunggu lebih dari seminggu. Menurut prediksi saya, harga pohon persik tahun ini akan sedikit meningkat dibandingkan tahun lalu. Tergantung pada bentuk dan posisi pohon, setiap pohon persik memiliki harga jual berkisar antara 200.000 VND hingga lebih dari 1 juta VND.”
Menurut Ibu Cuong, dibandingkan dengan daerah penghasil persik lainnya, cuaca Dien Bien tahun lalu cukup mendukung pertumbuhan pohon persik. Namun, bukan tidak mungkin buah persik dari provinsi dataran rendah masih akan diangkut ke Dien Bien untuk dijual. Jika diangkut, harganya kemungkinan akan lebih mahal daripada buah persik Dien Bien karena adanya biaya transportasi tambahan.
"Keluarga saya biasanya menjual pohon persik di kebun. Namun, mulai tanggal 15 Desember, jika masih ada pohon persik yang tersisa, keluarga saya akan membawanya ke pusat Kota Dien Bien Phu untuk dijual. Berkat pengalaman kami dalam merawatnya, setiap tahun pohon persik saya berbunga tepat di hari Tet. Oleh karena itu, butuh waktu lebih dari seminggu agar pohon persik mulai berbunga," ujar Ibu Cuong.
Berbicara kepada wartawan, Bapak Ha Ngoc Linh, pemilik kebun persik dan kumquat di Desa Thanh Dong, Kecamatan Thanh Luong, Kabupaten Dien Bien, juga mengatakan: "Merawat pohon persik dan kumquat untuk Tet adalah proses yang membutuhkan ketelitian dan pengalaman. Cuaca berbeda setiap tahun, sehingga pemantauan dan pengaturan air irigasi sangatlah penting."
Tahun ini, kebun Pak Linh diperkirakan akan memiliki sekitar 100 pohon persik yang mekar tepat waktu untuk menyambut Tet. Harga sewa satu pohon persik berkisar antara 400.000 hingga 1 juta VND, tergantung ukuran dan bentuk pohon. Pelanggan biasanya membayar deposit sebelum tanggal 23 Desember dan datang ke kebun untuk memilih pohon yang mereka sukai.
Laodong.vn
Sumber: https://laodong.vn/thi-truong/dao-quat-tang-gia-nong-dan-tat-bat-nhung-ngay-can-tet-1446993.ldo
Komentar (0)