Kementerian Kehakiman baru saja menerbitkan dokumen yang mengkaji Peraturan Pemerintah (PP) yang memperpanjang batas waktu pembayaran Pajak Konsumsi Khusus (PPK) untuk mobil produksi atau rakitan dalam negeri. Peraturan ini disusun oleh Kementerian Keuangan.
Kementerian Keuangan mengusulkan perpanjangan pajak konsumsi khusus (PPh) mobil rakitan dalam negeri senilai lebih dari 10 miliar VND
Menurut Kementerian Keuangan, saat ini terdapat 12 perusahaan manufaktur dan perakitan mobil di seluruh negeri. Pasca merebaknya pandemi, berkat dukungan kebijakan pemerintah , industri otomotif dalam negeri perlahan pulih.
Namun, data menunjukkan bahwa pajak produksi dan konsumsi khusus untuk mobil yang diproduksi dan dirakit di dalam negeri secara bertahap menurun. Diperkirakan bahwa di masa mendatang, pasar akan terus menghadapi kesulitan dan tantangan seperti kenaikan suku bunga bank, batas kredit yang rendah, serta tantangan bagi pasar keuangan dan kredit pada tahun 2023...
Kementerian Keuangan meyakini bahwa dukungan berkelanjutan terhadap perusahaan manufaktur dan perakitan otomotif dalam negeri diperlukan untuk membantu memulihkan dan mengembangkan produksi dan bisnis.
Oleh karena itu, Kementerian mengusulkan perpanjangan batas waktu pembayaran pajak atas jumlah Pajak Konsumsi Khusus yang terutang yang timbul pada masa pajak Juni, Juli, Agustus, dan September untuk mobil produksi atau rakitan dalam negeri.
Periode perpanjangan akan disatukan hingga 20 November, untuk menghindari akumulasi jumlah yang harus dibayarkan oleh bisnis pada akhir tahun dan untuk menghindari pengaruh terhadap penyelesaian estimasi pendapatan anggaran negara jika bisnis mengalami kesulitan keuangan.
Menurut perhitungan Kementerian Keuangan, perkiraan jumlah pajak konsumsi khusus untuk mobil produksi dan perakitan dalam negeri yang akan diperpanjang selama 4 masa pajak seperti yang diusulkan adalah sekitar VND 10.400-11.200 miliar. Karena batas waktu pembayaran pajak terakhir adalah 20 November, hal ini tidak akan memengaruhi perkiraan pendapatan anggaran untuk tahun 2023.
Menegaskan bahwa ini merupakan solusi mendesak yang perlu segera dikeluarkan untuk segera mendukung usaha manufaktur dan perakitan otomotif dalam negeri dan diimplementasikan pada tahun 2023, Kementerian Keuangan mengusulkan agar Pemerintah mengizinkan keputusan tersebut berlaku efektif sejak tanggal penandatanganan hingga 31 Desember.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)