Pada tanggal 10 Oktober, Delegasi Majelis Nasional Provinsi mengadakan konferensi untuk mengumpulkan pendapat tentang rancangan undang-undang yang akan diserahkan pada sesi ke-8 Majelis Nasional ke-15, termasuk undang-undang berikut: Undang-Undang yang mengubah dan melengkapi sejumlah pasal Undang-Undang tentang Kegiatan Pengawasan Majelis Nasional dan Dewan Rakyat; Undang-Undang yang mengubah dan melengkapi sejumlah pasal Undang-Undang tentang Perencanaan; Undang-Undang Investasi; Undang-Undang tentang Investasi dalam bentuk kemitraan publik-swasta dan Undang-Undang tentang Penawaran. Yang menghadiri konferensi tersebut adalah kawan-kawan: Do Thi Lan, Wakil Ketua Komite Sosial Majelis Nasional, Delegasi Majelis Nasional Provinsi; Nguyen Thi Thu Ha, Wakil Kepala Delegasi Majelis Nasional Provinsi. Bersama dengan perwakilan dari departemen, cabang, dan daerah terkait.

Memberikan pendapat terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan dan Penambahan Sejumlah Pasal dalam Undang-Undang tentang Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, para delegasi menyampaikan bahwa rancangan undang-undang tersebut perlu menyatukan proses pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat pada semua tingkatan, memperluas susunan delegasi pengawasan; menambah laporan tahunan tentang pelaksanaan tata guna tanah pada sidang Dewan Perwakilan Rakyat; menambah resolusi tentang hasil pengawasan tematik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Terkait dengan rancangan Undang-Undang yang mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Undang-Undang Perencanaan, Undang-Undang tentang Penanaman Modal, Undang-Undang tentang Penanaman Modal dengan pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha, dan Undang-Undang tentang Pelelangan, para delegasi mengusulkan agar pengaturan tentang penanaman modal di pelabuhan dan kawasan pelabuhan dibuat secara rinci dan spesifik; penilaian kebutuhan pemanfaatan lahan harus memiliki pedoman kriteria yang spesifik; permasalahan dalam lelang proyek penanaman modal publik harus diselesaikan; konsistensi harus dijaga, dan tumpang tindih antar-undang-undang harus dihindari.

Pada konferensi tersebut, para delegasi Majelis Nasional provinsi sangat mengapresiasi pendapat dan kontribusi terhadap rancangan undang-undang tersebut. Pendapat dan kontribusi ini merupakan pendapat praktis yang diperoleh dari praktik lembaga kejaksaan dan kehidupan nyata.

Pada saat yang sama, Delegasi Provinsi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akan menerima dan mensintesis semua pendapat para delegasi untuk dilaporkan kepada Panitia Perancang, dan memberikan pendapat pada sidang ke-8 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ke-15. Delegasi Provinsi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah juga meminta agar setelah sidang, para pimpinan departemen dan cabang terkait terus mempelajari dan memberikan pendapat atas rancangan undang-undang tersebut, untuk selanjutnya disempurnakan sebelum diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk dipertimbangkan dan disetujui.
Sumber
Komentar (0)