Pada World Humanoid Robot Games 2025 yang berlangsung di Beijing, Cina, kompetisi tidak hanya tentang olahraga tetapi juga tentang penerapan praktis, menciptakan suasana yang menarik dan berteknologi.
Menurut reporter VNA yang melaporkan dari acara tersebut, salah satu kompetisi paling seru adalah seni bela diri. Dua robot diprogram dengan kecerdasan buatan (AI) untuk menyerang, menghindar, dan menjaga keseimbangan di atas ring.
Beberapa pertandingan berakhir dengan cepat ketika robot jatuh ke lantai, tetapi ada juga pertandingan panjang yang membuat penonton tetap tegang, terutama ketika robot menunjukkan keterampilan bertahan dan menyerang balik yang sangat mirip dengan manusia.
Para ahli mengatakan ini adalah olahraga yang "menguji kemampuan keseluruhan" robot, mulai dari mengendalikan gerakan, mengenali perilaku hingga menangani situasi.
Berbeda dengan kompetisi yang ketat, acara senam bersifat artistik dan menghibur.

Robot-robot tersebut diprogram untuk menari mengikuti musik, berkelompok, atau solo. Penonton terkesima melihat robot-robot tersebut berputar, menggerakkan tangan, dan menggoyangkan pinggul mereka dengan sangat halus.
Beberapa bahkan telah menunjukkan kemampuan untuk melakukan sinkronisasi dengan musik. Meskipun masih kaku, gerakan menari robot-robot ini merupakan langkah penting menuju pengembangan robot yang dapat berekspresi dan berkomunikasi lebih dekat dengan manusia.
Dalam pertandingan sepak bola 5 lawan 5, robot harus bergerak, mengoper bola, dan berkoordinasi untuk mencetak gol. Pertandingan ini memiliki banyak gerakan tak terduga, dengan robot sering "kehilangan bola" atau secara tidak sengaja bertabrakan dengan lawan. Namun, penonton menikmati situasi ini.
Selain kompetisi olahraga, tim robot juga berpartisipasi dalam aplikasi praktis seperti klasifikasi obat dan pengujian akurasi di bidang medis ; pengangkutan dan pembersihan material di lingkungan industri; penyelamatan di medan yang kompleks untuk mengevaluasi kemampuan robot dalam beradaptasi dan membuat keputusan cepat.
Secara keseluruhan, ini bukan hanya taman bermain yang menyatukan teknologi dan olahraga, tetapi juga dapat menghasilkan hasil yang dapat diterapkan langsung ke bidang-bidang seperti penyelamatan darurat, pemulihan medis (rehabilitasi) atau robot layanan.
World Humanoid Robot Games 2025 dimulai di Beijing pada malam 14 Agustus waktu setempat, menandai Olimpiade pertama di dunia yang didedikasikan untuk robot humanoid. Acara yang berlangsung hingga 17 Agustus ini akan menampilkan 280 tim dari 16 negara di seluruh benua, dengan lebih dari 500 robot humanoid yang berkompetisi dalam 26 cabang olahraga.
Menurut Panitia Pelaksana, ke depannya acara seperti kongres ini bisa menjadi seperti Olimpiade kecerdasan buatan dan robotika, menjadi ajang internasional rutin.
Dengan kemajuan AI dan teknologi perangkat keras yang berkelanjutan, kompetisi di masa depan mungkin akan melihat robot yang dapat menyelesaikan gerakan senam yang sulit atau bahkan berpartisipasi dalam maraton; robot yang tidak hanya melakukan gerakan mekanis sederhana tetapi juga menunjukkan kemampuan untuk "memahami taktik"; dikombinasikan dengan teknologi realitas tertambah (AR) dan realitas virtual (VR), menciptakan pengalaman menonton kompetisi yang mendalam dan jelas.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/doc-dao-dai-hoi-the-thao-danh-rieng-cho-robot-hinh-nguoi-post1056136.vnp
Komentar (0)