Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Unik dengan Hari Raya Nyepi masyarakat Pulau Bali, Indonesia

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế04/03/2024

[iklan_1]
Untuk menandai dimulainya tahun baru, masyarakat di pulau Bali, Indonesia akan menjalani hari hening, saat hampir semua aktivitas akan berhenti.

Berawal dari tujuan untuk menipu dan mengusir roh jahat, Hari Raya Nyepi, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Nyepi menurut kalender Hindu, biasanya jatuh pada bulan Maret setiap tahun. Tahun ini, Hari Raya Nyepi akan dimulai pukul 06.00 pada tanggal 11 Maret dan berlangsung selama 24 jam.

Độc đáo với ngày Im lặng của người dân trên hòn đảo Bali, Indonesia
Pemandangan jalanan di Bali, Indonesia pada hari Nyepi 2023. (Sumber: The Star)

Sesuai namanya, pada hari ini semua aktivitas di pulau itu terhenti. Penerbangan domestik dan internasional ditangguhkan, toko-toko tutup, dan jalanan sepi.

Semua warga tinggal di dalam rumah dan mematikan lampu. Tidak ada musik atau hiburan, dan orang-orang tidak berbincang. Beberapa orang bahkan tidak makan atau minum. Fokus Hari Raya Nyepi adalah refleksi dan meditasi. Satu-satunya orang yang terlihat di jalan biasanya adalah pecalang - polisi atau petugas keamanan Nyepi yang berpatroli di jalan - untuk memastikan larangan-larangan tersebut dipatuhi.

Menurut kalender Hindu, Hari Raya Nyepi menandai dimulainya tahun baru. Sebelum Nyepi, ada upacara Melasti selama tiga hari. Penduduk pulau mengenakan pakaian adat, membawa sesajen ke pura di dekat laut untuk melakukan ritual penyucian, membersihkan dosa-dosa tahun yang lalu, dan membawa kembali air suci dari laut. Setelah itu, dilanjutkan dengan serangkaian upacara kurban untuk memohon kedamaian.

Khususnya, ritual Pengrupukan diadakan saat senja di depan rumah. Orang-orang memukul panci dan wajan, tabung bambu untuk menciptakan suara yang riuh dan ramai, dan menyalakan obor yang terbuat dari daun kelapa kering untuk mengusir roh jahat.

Menjelang Hari Raya Nyepi, warga setempat bergotong royong membuat patung ogoh-ogoh raksasa, simbol roh jahat. Ogoh-ogoh yang terbuat dari rangka bambu dan dilapisi kain ini diarak di jalan-jalan utama pada malam menjelang Hari Raya Nyepi.

Setelah parade, patung-patung tersebut dibakar di pemakaman atau dipajang di aula-aula besar. Terkadang, patung-patung indah tersebut dipajang di museum atau dijual kepada kolektor. Tempat terbaik untuk menyaksikan parade Ogoh-ogoh adalah di sepanjang pantai Kuta, Seminyak, Nusa Dua, dan Sanur.

Độc đáo với ngày Im lặng của người dân trên hòn đảo Bali, Indonesia
Parade Ogoh-ogoh sebelum Hari Raya Nyepi di Bali. (Sumber: Amusing Planet)

Setelah Nyepi ada hari Ngembak Geni (Menyalakan Api), yang dirayakan sebagai hari tahun baru di Bali.

Api dan listrik diizinkan kembali menyala, dan umat Hindu Bali mengunjungi keluarga, tetangga, dan berkumpul dengan teman untuk melakukan ritual keagamaan.

Kaum muda di Desa Sesetan (Bali Selatan) mengadakan upacara Omed-omedan (Upacara Berciuman) untuk merayakan dan berdoa agar tahun baru mendapatkan keberuntungan.

Meskipun Nyepi adalah hari raya umat Hindu, penduduk non-agama dan wisatawan juga harus mematuhi peraturan saat berkunjung ke Bali.

Bagi banyak orang, pengalaman Hari Hening merupakan saat yang tepat untuk bersantai, menikmati ketenangan, menjauh dari hiruk pikuk dunia luar untuk membaca buku atau sekadar bersantai sepenuhnya di rumah atau di hotel.


[iklan_2]
Sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk