
Tim yang berlaga di perempat final – Foto: VTV
Pada tanggal 25 Agustus, di gimnasium serbaguna Kompleks Olahraga Provinsi Quang Ninh (Kelurahan Dai Yen, Kota Ha Long, Provinsi Quang Ninh), pertandingan seru berlangsung dalam rangka Kompetisi Robot Asia- Pasifik 2024 (Robocon 2024).
Kompetisi ini menarik 350 peserta dari berbagai negara dan wilayah, termasuk Jepang, Tiongkok, India, Thailand, Indonesia, Hong Kong (Tiongkok), Mongolia, Malaysia, Nepal, Mesir, Kamboja, dan Vietnam. Di Vietnam, terdapat 2 tim dari Universitas Pendidikan Teknik Hung Yen .
Tema kompetisi tahun ini adalah "Hari Panen", yang bertujuan untuk menghormati nilai-nilai pertanian , khususnya penanaman padi di sawah terasering, sebuah ciri khas budaya Vietnam. Robot-robot yang berpartisipasi akan melakukan tugas-tugas simulasi proses penanaman padi, mulai dari penanaman hingga panen.
Tim-tim tersebut memberikan penampilan yang seru dan dramatis kepada penonton. Dalam pertandingan final melawan Hong Kong (Tiongkok), tim Vietnam 1 unggul sejak awal. Namun, pada tahap memasukkan beras ke dalam wadah, tim secara keliru mengambil "beras yang buruk" sehingga mereka harus kembali dan kehilangan keunggulan.
Hasil akhirnya adalah tim Vietnam 1 memperoleh 420 poin, tim Hong Kong (Tiongkok) memperoleh 510 poin dan menjadi juara.
Pada tahun 2025, kompetisi akan diadakan di Mongolia dengan tema “Bola Basket”.
Penonton yang banyak datang ke Gimnasium Serbaguna Provinsi Quang Ninh untuk menonton langsung ABU Robocon 2024 - Foto: VTV
Selain pertandingan resmi, penyelenggara juga menyelenggarakan banyak kegiatan sampingan yang menarik seperti pertukaran dan berbagi pengetahuan tentang pemrograman, konstruksi robot, dan tur ke warisan alam dunia Teluk Ha Long.
Dimulai pada tahun 2002 di Jepang, Kontes Robot Asia-Pasifik yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU Robocon) merupakan taman bermain bagi siswa yang memiliki minat terhadap robot dari berbagai negara dan wilayah di kawasan tersebut.
Kompetisi ini bukan sekadar kompetisi teknis, tetapi juga merupakan bukti perkembangan sains dan teknologi serta kreativitas generasi muda, para pelajar pencinta teknologi di kawasan Asia-Pasifik. Di saat yang sama, kompetisi ini juga menjadi kesempatan bagi kaum muda untuk bertukar, belajar, dan berbagi pengalaman.
Komentar (0)