![]() |
Curaçao berpartisipasi dalam Piala Dunia untuk pertama kalinya. |
Curaçao adalah salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026. Negara Karibia ini, dengan populasi hanya sekitar 155.000 jiwa dan luas wilayah kurang dari 450 kilometer persegi, telah lolos ke ajang sepak bola terbesar di planet ini untuk pertama kalinya.
Namun, yang membuat Curaçao istimewa bukanlah ukuran populasinya atau prestasi historisnya. Dari 26 pemain yang bersiap untuk Piala Dunia, hanya satu yang lahir di Curaçao. Ke-25 pemain lainnya lahir di Belanda.
Mungkin terdengar sulit dipercaya, tetapi ini adalah hasil dari strategi yang direncanakan dengan baik dan dikembangkan selama bertahun-tahun. Curaçao dulunya merupakan bagian dari Antillen Belanda dan tetap menjadi negara otonom di dalam Kerajaan Belanda.
Hubungan historis ini memungkinkan banyak pemain asal Curaçao untuk lahir, dibesarkan, dan mengembangkan karier sepak bola mereka di Eropa, sebelum memilih untuk mewakili tanah air keluarga mereka.
Tahith Chong adalah contoh utamanya. Ia bermain untuk tim junior Belanda hingga level U21, tetapi kemudian memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk Curaçao. Ia juga satu-satunya pemain dalam skuad saat ini yang lahir di Willemstad, ibu kota pulau tersebut.
![]() |
Pelatih Dick Advocaat akan menjadi pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia. |
Di balik kesuksesan Curaçao terletak jejak pelatih Dick Advocaat. Strategis veteran asal Belanda ini mengambil alih tim nasional pada tahun 2024 dengan misi yang jelas: mengumpulkan pemain-pemain asal Curaçao yang sebelumnya bermain untuk tim junior Belanda tetapi kesulitan mendapatkan tempat di tim nasional senior.
Rencana itu dengan cepat membuahkan hasil. Curaçao memuncaki grup kualifikasi mereka dan mengamankan penampilan pertama mereka di Piala Dunia.
Setelah lolos ke turnamen, Advocaat meninggalkan tim karena alasan keluarga tetapi kemudian kembali untuk melatih. Pada usia 78 tahun, ia akan menjadi pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia.
Pada tanggal 14 Juni, Curaçao akan menjalani debut yang tak terlupakan melawan Jerman. Meskipun dianggap jauh lebih lemah daripada lawan-lawannya di Grup E, yang meliputi Jerman, Ekuador, dan Pantai Gading, Curaçao telah menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026 bahkan sebelum turnamen dimulai.
Sumber: https://znews.vn/doi-tuyen-world-cup-co-toi-25-nguoi-den-tu-ha-lan-post1655873.html










Komentar (0)