Area penanaman padi ungu menggunakan metode organik di Lo Gach Cu Farmstay, Kecamatan Duy Xuyen. Foto: KHA HAN
The Field bukan sekadar restoran, melainkan manifesto filosofi "Kembali ke Dasar". Intinya, di sini, semuanya berawal dari rasa hormat terhadap alam dan menuju ekosistem kuliner yang berkelanjutan.
Dari batu bata pertama
Mulai dari sumber bahan baku, proses operasional, hingga pengalaman pengunjung, semuanya diperhitungkan secara cermat oleh pemilik The Field untuk meminimalisir dampak negatif dan memaksimalkan nilai hijau.
Tak hanya berfokus pada bahan baku, The Field juga berupaya untuk menghijaukan operasionalnya. Pengelolaan limbah menuju nol limbah, penghematan energi, dan pembatasan penggunaan produk plastik sekali pakai merupakan langkah-langkah spesifik. Arsitektur restoran juga dirancang agar menyatu dengan alam, menciptakan ruang terbuka, lapang, dan intim, menghadirkan pengalaman santai dan bermakna bagi para pengunjung.
Meskipun hasilnya menggembirakan, perjalanan pariwisata hijau The Field bukannya tanpa tantangan. "Biaya investasi awal yang tinggi, perubahan kebiasaan konsumsi pelanggan... bukanlah tantangan kecil," aku Bapak Thanh.
Menyebarkan semangat hijau kepada masyarakat
Bapak Phan Xuan Thanh tidak berhenti pada pembangunan The Field yang hijau. Sebagai Ketua Asosiasi Pariwisata Quang Nam (QTA), beliau juga seorang motivator yang memotivasi seluruh komunitas bisnis untuk bergerak menuju pariwisata berkelanjutan.
Dengan konsep bahwa pariwisata hijau bukanlah permainan tunggal tetapi perjalanan bersama, yang membutuhkan kerja sama semua pihak yang terlibat, QTA telah melaksanakan banyak kegiatan praktis selama 7 tahun terakhir untuk mewujudkan konsep ini.
Dari sesi pelatihan peningkatan kesadaran, berbagi pengalaman, hingga pengembangan standar pariwisata hijau, setiap upaya ditujukan untuk satu tujuan bersama: menjadikan pariwisata hijau sebagai gerakan yang meluas. QTA telah menciptakan platform bagi para pelaku bisnis untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengatasi kesulitan serta tantangan bersama.
Upaya-upaya ini telah menciptakan perubahan positif. Pelaku usaha pariwisata di Hoi An dan Quang Nam semakin menyadari pentingnya pariwisata hijau. "Pariwisata hijau bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," tegas Bapak Vuong Dinh Manh, Direktur Utama La Siesta Hoi An Resort & Spa (Kota Hoi An). "Kami menyadari bahwa hanya dengan pembangunan berkelanjutan, pariwisata dapat berkembang dalam jangka panjang."
Bapak Manh juga merupakan ketua Klub Pariwisata Hijau (di bawah QTA) - berbagi tentang perubahan strategi bisnis La Siesta. Oleh karena itu, resor ini memprioritaskan kegiatan perlindungan lingkungan, mendukung masyarakat setempat, dan menghadirkan pengalaman bermakna bagi pengunjung, sehingga menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.
Quang Nam juga memiliki banyak model pariwisata hijau unggulan lainnya. Model-model ini bisa berupa wisata ekologi komunitas, di mana pengunjung dapat menjelajahi keindahan alam dan mempelajari kehidupan masyarakat setempat; homestay ramah lingkungan yang dibangun dan dioperasikan berdasarkan prinsip-prinsip berkelanjutan; atau produk wisata berbasis budaya lokal yang membantu melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai tradisional.
Keberagaman ini menunjukkan vitalitas dan potensi pariwisata hijau di Quang Nam, sekaligus menunjukkan kreativitas dan upaya berkelanjutan dari komunitas bisnis.
Kunci perjalanan hijau
"Masyarakat lokal adalah pelestari budaya dan sumber daya yang paling berharga. Pariwisata hijau hanya dapat berhasil dengan partisipasi aktif mereka," ujar Ibu Thanh Nga, pemilik penginapan pertanian bekas Brick Kiln. Menurutnya, pelaku usaha perlu menciptakan peluang bagi masyarakat lokal untuk berpartisipasi dalam proses pengembangan pariwisata, mulai dari penyediaan layanan hingga pelestarian budaya dan lingkungan.
Selain itu, untuk memastikan efektivitas, diperlukan alat untuk mengukur dan mengevaluasi dampak kegiatan pariwisata. Pelaku usaha perlu memantau indikator lingkungan, ekonomi, dan sosial untuk menilai arah dan membuat penyesuaian yang tepat.
Pariwisata hijau adalah bidang kompleks yang membutuhkan kerja sama erat antara pelaku bisnis, instansi pemerintah, LSM, dan masyarakat. Hanya dengan berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya bersama, kita dapat menciptakan perubahan sistemik.
Selain itu, standar dan sertifikasi pariwisata hijau perlu dikembangkan untuk memandu dan mendorong bisnis agar berkinerja lebih baik. Standar ini akan membantu wisatawan mengenali bisnis hijau dengan mudah, sekaligus menciptakan motivasi bagi bisnis untuk terus berbenah.
Pariwisata hijau adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan dan kreativitas. Quang Nam telah berada di jalur yang tepat berkat kerja sama para pemangku kepentingan. "Kita tidak hanya membangun industri pariwisata yang lebih hijau, tetapi juga membangun masa depan yang lebih hijau bagi seluruh masyarakat," ujar Bapak Thanh.
Sumber: https://baoquangnam.vn/du-lich-xanh-khi-tam-huyet-kien-tao-tuong-lai-3156477.html
Komentar (0)