
Dalam konteks reformasi pendidikan , penerapan kecerdasan buatan (AI) dan peningkatan keterampilan digital telah menjadi kebutuhan mendesak. Menurut Bapak Nguyen Duc Phuoc, kepala sekolah, guru perlu menguasai alat-alat yang mendukung pengajaran, pengujian, dan evaluasi.
Sekolah ini juga sepenuhnya mendukung "Gerakan Literasi Digital," memandangnya sebagai peluang bagi guru dan siswa untuk mengakses dan menerapkan teknologi secara praktis.
Di sini, para guru diberikan informasi praktis: gambaran umum aplikasi AI, panduan penggunaan beberapa alat umum dalam pengajaran dan pembelajaran, serta pengenalan perangkat lunak manajemen dokumen cerdas dan operasional Da Nang .
Pembicara juga memperkenalkan beberapa perangkat lunak dan utilitas AI yang dikembangkan oleh kota tersebut, bersama dengan "Gerakan Literasi Digital" dan ekosistem pendukungnya.
Alat-alat ini mencakup pencarian layanan publik melalui saluran telepon 1022, penggunaan perangkat lunak manajemen dokumen cerdas, dan lain sebagainya, untuk mendorong guru dan siswa mengakses dan menerapkan teknologi secara terkoordinasi.
Secara khusus, program ini menekankan dukungan kepada para guru dalam mengidentifikasi dan membimbing siswa untuk menerapkan AI dalam pembelajaran dan penelitian, sekaligus mempromosikan etika digital dan keamanan informasi dalam penggunaan teknologi.
Bapak Tran Ngoc Thach, Wakil Direktur Dinas Sains dan Teknologi Kota Da Nang, sangat memuji pendekatan sekolah tersebut: "Penerapan AI secara proaktif dan pengembangan keterampilan digital bagi guru dan siswa merupakan arah yang diperlukan, berkontribusi dalam menciptakan fondasi yang kokoh bagi pendidikan kota dalam konteks transformasi digital global."
Ibu Mai Thi Hoai Dung, seorang guru matematika, mengatakan: "Sesi pelatihan ini membantu kami memperluas pendekatan pengajaran kami, tidak hanya bergantung pada buku teks tetapi juga mengintegrasikan alat AI untuk memungkinkan siswa secara aktif mengeksplorasi pengetahuan."
Salah satu poin penting dari program ini adalah rencana pengajaran untuk mengembangkan keterampilan digital bagi siswa. Bapak Phan Quoc Duy, Wakil Kepala Sekolah SMA Nguyen Trai, menekankan bahwa mengintegrasikan keterampilan digital ke dalam kurikulum akan membantu siswa tidak hanya memahami pengetahuan tetapi juga dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan.
Pada bulan Oktober, sekolah akan memperluas pelatihan untuk memastikan bahwa 100% siswa memiliki akses dan dapat mempraktikkan alat-alat AI. Ini merupakan langkah penting dalam membekali siswa dengan keterampilan digital yang komprehensif, sekaligus meningkatkan kemampuan teknologi staf pengajar.
Bersamaan dengan itu, sekolah akan menyelenggarakan konferensi ilmiah tingkat sekolah tentang topik STEM dan AI, sehingga mengembangkan produk konkret seperti presentasi, kerangka rencana pendidikan, dan metode pengajaran.
Kegiatan-kegiatan ini memotivasi guru dan siswa untuk berpartisipasi dalam penelitian ilmiah, sekaligus menegaskan komitmen sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan yang beradaptasi dengan era digital.
Dengan langkah-langkah ini, SMA Nguyen Trai tidak hanya meningkatkan keterampilan teknologi guru dan siswa, tetapi juga berkontribusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk memenuhi persyaratan pendidikan modern. Ini juga merupakan model tipikal di Da Nang dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam pengajaran dan pembelajaran, sehingga berkontribusi dalam membangun kota pembelajaran dan beradaptasi secara fleksibel terhadap proses transformasi digital.
Sumber: https://baodanang.vn/dua-ai-vao-giang-day-phat-trien-nang-luc-so-cho-hoc-sinh-3305522.html







Komentar (0)