
Setelah bertahun-tahun spekulasi, Ferrari secara resmi meluncurkan model listrik pertamanya, Luce, di Roma, Italia. Ini dianggap sebagai tonggak sejarah bagi pabrikan mobil tersebut, yang selama beberapa dekade telah identik dengan mesin V8 dan V12 yang menggetarkan.
Menurut pengumuman tersebut, Luce menggunakan empat motor listrik independen, satu di setiap roda, dengan total daya sekitar 1.035 tenaga kuda. Mobil ini dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu sekitar 2,5 detik, memiliki kecepatan tertinggi lebih dari 310 km/jam, dan jangkauan sekitar 530 km dengan sekali pengisian daya berkat baterai 122 kWh pada platform 800 V yang mendukung pengisian daya super cepat.

Meskipun ukurannya besar dan bobotnya sekitar 2,2 ton, Ferrari mengatakan model listrik ini telah disempurnakan untuk mempertahankan karakteristik sensasi berkendara khas "kuda jingkrak".
Aspek yang paling mencolok terletak pada desainnya. Sama sekali berbeda dari model Ferrari tradisional dengan atap rendah dan gaya supercar murni, Luce memadukan fitur coupe, shooting brake, dan crossover sport . Dalam beberapa hal, mungkin ini adalah Ferrari yang paling "praktis" yang pernah dibuat, dengan konfigurasi empat pintu, lima tempat duduk, dan bagasi besar berkapasitas 600 liter.
Ferrari juga mengkonfirmasi bahwa Luce dikembangkan bekerja sama dengan LoveFrom, studio desain yang didirikan oleh mantan direktur desain Apple, Jony Ive. Ini menjelaskan mengapa mobil listrik baru ini memiliki gaya minimalis yang memiliki sentuhan gaya "Apple".

Kokpit dianggap sebagai salah satu terobosan terbesar. Mobil ini menggunakan layar OLED melengkung, antarmuka digital baru, dan kontrol fisik yang terinspirasi oleh elektronik kelas atas, bukan gaya mekanis tradisional.
Namun, Ferrari menyatakan bahwa mereka tidak ingin Luce menjadi "smartphone yang bisa dibawa-bawa." CEO Benedetto Vigna menekankan bahwa perusahaan tetap sangat fokus pada pengalaman berkendara dan nuansa khas kendaraan tersebut. Inilah juga mengapa Luce dilengkapi dengan sistem suara khusus yang mensimulasikan getaran dan frekuensi mekanis nyata, alih-alih hanya menggunakan suara simulasi seperti banyak mobil listrik lainnya.

Masuknya Ferrari ke era kendaraan listrik terjadi pada saat banyak produsen supercar lainnya berada di persimpangan jalan. Lamborghini telah menunda model listrik pertamanya, sementara banyak merek performa tinggi masih memilih kendaraan hibrida daripada kendaraan listrik murni.
Hal ini menjadikan Luce sebagai pertaruhan besar bagi Ferrari. Pabrikan mobil Italia ini dilaporkan menargetkan basis pelanggan muda yang kaya dan melek teknologi yang sudah terbiasa dengan kendaraan listrik kelas atas – terutama di pasar yang memprioritaskan kendaraan listrik seperti Tiongkok.

Saat ini, Luce memiliki harga mulai sekitar 550.000 euro (hampir $640.000) di luar negeri, menjadikannya salah satu mobil listrik termahal di dunia . Ferrari memperkirakan akan memulai pengiriman mulai akhir tahun 2026.
Para analis percaya bahwa Luce bukan hanya mobil listrik pertama Ferrari, tetapi juga ujian bagi masa depan seluruh industri supercar: akankah Ferrari tanpa suara mesin V12 tradisional masih mampu menciptakan sensasi istimewa yang sama seperti sebelumnya?
Sumber: https://hanoimoi.vn/ferrari-ra-mat-sieu-xe-dien-dau-tien-mang-ten-luce-972188.html









Komentar (0)