Fortune melihat Asia Tenggara sebagai kawasan yang siap memanfaatkan pergeseran rantai pasokan global dan ledakan industri seperti pertambangan, kendaraan listrik (EV), dan kecerdasan buatan (AI).
Peringkat Fortune Southeast Asia Top 500 mengevaluasi perusahaan di tujuh negara termasuk Indonesia, Thailand, Singapura, Vietnam, Filipina, dan Kamboja berdasarkan kriteria pendapatan 2024.
Ini adalah tahun kedua Fortune menyusun peringkat di Asia Tenggara untuk mencerminkan kisah pertumbuhan yang mengesankan di kawasan tersebut melalui pengembangan dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar di berbagai sektor.
KehadiranFPT dalam daftar ini tidak hanya menjadi bukti kapasitas pertumbuhan berkelanjutan dan kinerja bisnis yang luar biasa, tetapi juga menegaskan peran perintis FPT dalam mempromosikan transformasi dan inovasi digital di Vietnam dan kawasan tersebut.
Baru-baru ini, Pemerintah menerbitkan Resolusi No. 1131/NQ-CP yang mengumumkan 11 kelompok produk teknologi strategis yang memiliki dampak besar terhadap daya saing dan otonomi teknologi negara. FPT telah meneliti 7/11 dari kelompok teknologi strategis ini, yaitu kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, blockchain, robotika dan otomasi, cip semikonduktor, keamanan jaringan, dan teknologi kedirgantaraan.
Menurut Bapak Vu Anh Tu, Direktur Teknologi FPT, "Selama 40 tahun terakhir, FPT telah berkembang seiring perkembangan teknologi Vietnam. Dari awal mula komputerisasi sektor ekonomi , hingga otomatisasi, transformasi digital, dan kini transformasi AI, setiap langkah terkait dengan aspirasi untuk membawa Vietnam lebih jauh di peta teknologi dunia."
Selama beberapa dekade terakhir, FPT telah secara proaktif berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan serta peningkatan kapasitas untuk mengikuti tren teknologi terkini dunia. Pada tahun 2024, FPT mengumumkan strategi AI - Penjualan - Kendaraan - Digital - Hijau (Kecerdasan Buatan, Semikonduktor, Teknologi Otomotif Digital, Transformasi Digital, dan Transformasi Hijau), yang menempatkan AI sebagai pilar strategis terpenting. Bagi FPT, pengembangan AI bukan hanya strategi jangka panjang, tetapi juga kemampuan untuk segera mengikuti perkembangan teknologi global. Setiap kali tren baru muncul di dunia, FPT berusaha untuk segera mengikutinya.
Di negara ini, FPT telah memperkenalkan AI ke dalam kurikulum dari sekolah dasar hingga universitas, dengan keinginan untuk membangun generasi muda yang mampu mengakses dan menguasai teknologi baru dengan cepat segera setelah muncul.
Pada tahun 2025, Grup akan terus memfokuskan strateginya pada integrasi AI, sehingga meningkatkan pengaruh globalnya dan mengonsolidasikan posisinya sebagai penyedia layanan transformasi digital terkemuka.
LE LAM
Sumber: https://nhandan.vn/fpt-tang-25-bac-trong-bang-xep-hang-500-cong-ty-lon-nhat-dong-nam-a-post887595.html
Komentar (0)