[GALERI] Microsoft Surface menghadapi kecaman karena laptop AI terlalu mahal.
Surface pernah dianggap sebagai simbol penyelamat bagi dunia Windows, tetapi harganya yang melambung tinggi dan spesifikasinya yang kontroversial kini menuai kritik keras terhadap Microsoft.
Báo Khoa học và Đời sống•01/06/2026
Seri Microsoft Surface pernah dianggap sebagai simbol kebangkitan laptop Windows kelas atas, dengan desainnya yang canggih, pengalaman pengguna yang lancar, dan kemampuannya untuk bersaing langsung dengan MacBook Air milik Apple. Namun, keputusan Microsoft baru-baru ini mengecewakan komunitas teknologi karena harga Surface terus meningkat secara signifikan sementara spesifikasinya dianggap tidak memadai di era PC berbasis AI. Banyak pengguna bereaksi sangat keras terhadap berita bahwa model Surface Laptop baru dengan RAM hanya 8GB dibanderol dengan harga hampir $1.300, harga yang bahkan lebih tinggi daripada banyak laptop AI dengan konfigurasi yang lebih canggih di pasaran.
Perbandingan tersebut menjadi semakin intens ketika Apple meluncurkan model MacBook baru dengan harga yang lebih terjangkau tetapi tetap dilengkapi dengan RAM 16GB, sementara Microsoft gencar mempromosikan tren PC Copilot+ yang membutuhkan minimal 16GB RAM untuk pemrosesan AI lokal. Hal ini menciptakan paradoks besar: Microsoft menetapkan standar perangkat keras untuk PC AI tetapi kemudian menjual perangkat yang tidak sepenuhnya memenuhi tren yang dipromosikannya, sehingga banyak yang percaya bahwa Surface "sudah ketinggalan zaman sejak diluncurkan." Selain kontroversi seputar RAM, Surface juga kehilangan daya saingnya karena harganya meroket, dengan beberapa versi kelas atas harganya lebih mahal daripada MacBook Pro 16 inci meskipun tidak dianggap lebih unggul dalam hal kinerja atau kualitas layar. Menurut banyak pendapat di forum teknologi, Microsoft terjebak dalam lingkaran setan: menginvestasikan puluhan miliar dolar dalam AI dan pusat data, tetapi tekanan biaya komponen menyebabkan perangkat konsumen mengalami penurunan spesifikasi atau kenaikan harga yang drastis. Surface pernah menjadi "penyelamat" Windows di saat PC laptop kehilangan identitasnya, tetapi sekarang lini produk ini justru menjadi sasaran kritik karena pengguna merasa Microsoft tidak lagi memprioritaskan pengalaman pelanggan.
Komentar (0)