• 40 tahun melestarikan kerajinan anyaman tikar.
  • Intisari dari kerajinan warisan
  • Melestarikan kerajinan tradisional
  • Masakan Cina yang khas

Berasal dari keluarga keturunan Tionghoa, Ibu Phu Xi Cuc mewarisi seni pembuatan pasta kedelai fermentasi dari ibunya. Ia dan suaminya, Bapak Tran Viet Phuong, menjual pasta tersebut ke pasar-pasar di seluruh distrik. Pabrik pasta kedelai fermentasi mereka, yang dinamai sesuai nama pasangan tersebut, dibuka pada tahun 1986.

Pak Phuong berbagi: “Resep pembuatan pasta kedelai di kalangan masyarakat Tionghoa di Vietnam Selatan hampir sama, tetapi setiap rumah tangga memiliki rahasia tersendiri untuk menciptakan keseimbangan sempurna antara rasa asin, manis, dan aroma yang khas. Ada empat langkah dasar: pertama, membersihkan dan memasak kedelai; kemudian, meniriskan dan memfermentasikannya; setelah beberapa waktu, ketika kedelai telah difermentasi hingga tingkat yang diinginkan, mencampurnya dengan garam dan sirup tebu; dan terakhir, melanjutkan fermentasi dalam guci tanah liat di tempat yang sejuk dan cerah untuk jangka waktu lebih lanjut. Pada titik ini, pasta akan memiliki aroma yang khas, rasa asin dan manis yang seimbang, dan kedelai berwarna coklat kemerahan yang indah, utuh, lembut tetapi tidak lembek. Hal terpenting dalam membuat pasta kedelai adalah memilih kedelai berkualitas terbaik, yang akan memudahkan langkah-langkah selanjutnya.”

Saat ini, pasta kedelai fermentasi dijual secara grosir dengan harga 12.000 VND/kg dan secara ritel dengan harga 14.000 VND/kg.

Bapak dan Ibu Phuong sangat berdedikasi untuk melestarikan dan mengembangkan kerajinan tradisional. Selama dua tahun terakhir, Bapak Phuong telah meneliti dan menginvestasikan hampir 400 juta VND dalam sistem oven masak kacang listrik.

Memilih kedelai berkualitas tinggi adalah langkah terpenting dalam membuat kecap yang lezat.