Para insinyur di Spike Aerospace sedang mengatasi tantangan fisik dan regulasi yang menyebabkan Concorde terpaksa mendarat untuk mengawali era baru jet supersonik. Dengan aerodinamika canggih dan teknologi peredam kebisingan, Spike S-512 menjanjikan dapat mengangkut penumpang lebih cepat daripada kecepatan suara tanpa menyebabkan guncangan tanah.
Jika berhasil, mereka berharap dapat mempersingkat waktu penerbangan antara New York (AS) dan London (Inggris) menjadi kurang dari 4 jam.

Desain jet supersonik Spike S-512 menggunakan CFD dan aerodinamika agar mampu bergerak dengan kecepatan tinggi. (Sumber: Interestingengineering)
Pesawat supersonik baru ini diperkirakan akan "lebih senyap" dibandingkan pendahulunya. Spike menggunakan desain aerodinamis khusus seperti hidung panjang, sayap dengan sapuan tinggi, dan ekor yang dioptimalkan untuk menyebarkan gelombang tekanan, sehingga suara yang dihasilkan lebih seperti "dentuman" lembut daripada "retakan" yang memekakkan telinga. Spike juga menggunakan distribusi daya angkat multi-titik untuk mengurangi penurunan tekanan mendadak.
Proses pengembangannya mengandalkan simulasi dinamika fluida komputasional (CFD) untuk menyempurnakan desain dengan cepat. Model-model tersebut kemudian diuji di terowongan angin untuk menguji kondisi penerbangan yang sulit disimulasikan. Spike juga mengintegrasikan data cuaca ke dalam analisisnya untuk memastikan kinerja yang konsisten di berbagai kondisi atmosfer, termasuk kelembapan, angin kencang, dan suhu.
Pesawat ini menggunakan mesin turbofan dengan kebisingan rendah, yang diatur sedemikian rupa sehingga kebisingan knalpot teredam, sehingga mengurangi kebisingan selama penerbangan supersonik dan lepas landas/mendarat.
Meskipun desainnya mengurangi kebisingan, Spike masih harus memenuhi peraturan FAA yang ketat terkait kebisingan di darat. Standar baru ini diharapkan dapat memungkinkan penerbangan supersonik di darat jika tingkat kebisingan yang diizinkan terpenuhi.
Alih-alih menargetkan penerbangan komersial, Spike memilih pasar jet bisnis dengan kabin 12–18 kursi, layar digital alih-alih jendela, yang ditujukan untuk pelanggan kelas atas yang perlu bepergian dengan cepat dan pribadi.
Jika tersertifikasi, S-512 dapat terbang antar kota seperti Tokyo–Singapura atau Paris–Dubai dalam waktu singkat, menandai dimulainya era baru penerbangan supersonik yang senyap.
Sumber: https://vtcnews.vn/giac-mo-may-bay-sieu-thanh-tro-lai-yen-tinh-hon-thong-minh-hon-ar962834.html
Komentar (0)