Pada dini hari tanggal 11 Juni, sekelompok 6 pekerja yang bekerja pada proyek Jalan Lingkar Timur Kota Buon Ma Thuot sedang tidur di gudang mereka ketika mereka tiba-tiba terbangun oleh suara kerusakan dan tembakan yang memekakkan telinga.
Pada saat itu, Tn. Y Yung Bkrong ((lahir 2005), tinggal di dusun Kpum, kecamatan Hoa Hiep, kecamatan Cu Kuin, tertembak dan tidak mengenai dada kanannya, sehingga menyebabkan pendarahan.
Sesaat kemudian, banyak orang mendekati gubuk itu. Tiga pekerja beruntung berhasil melarikan diri, sementara Y Yung Bkrong, Dieu Nguyen (lahir tahun 1991), dan Y Dun Bkrong (lahir tahun 2004) dikendalikan dan dipaksa mengikuti mereka.
Kelompok itu menyatakan bahwa siapa pun yang tidak mendengarkan akan langsung ditembak mati. Sebelum meninggalkan gubuk, mereka menuangkan bensin ke kendaraan dan mesin konstruksi jalan lalu membakarnya.
Bapak Y Yung Bkrong menceritakan bahwa ketiga orang tersebut diseret ke sebuah perkebunan kopi yang sepi dan ditodongkan senjata oleh kelompok tersebut. Mereka terus mengawasi ketiga sandera agar tidak dapat melarikan diri.
Dieu Nguyen mengatakan bahwa sekelompok orang itu sangat gegabah dan bisa membunuh siapa saja kapan saja. Jika polisi tidak menyelamatkannya, ia tidak tahu bagaimana nasibnya nanti.
Setelah menyandera orang, para pelaku dengan cepat menyerang kantor pusat komune Ea Tieu dan Ea Ktur, menewaskan dan melukai 8 pejabat komune dan polisi komune, serta merenggut nyawa 3 orang.
Pada sore hari tanggal 11 Juni, ketika diserang oleh polisi, para pelaku melarikan diri. Saat itu, Y Yung dan Dieu Nguyen berhasil diselamatkan.
Sedangkan Y Dun Bkrong, para pelaku terus menyeretnya. Menjelang malam tanggal 14 Juni, Y Dun Bkrong berhasil diselamatkan oleh polisi setelah 4 hari disandera.
Mengenang momen mengerikan itu, Y Dun bercerita: "Dalam perjalanan, mereka memaksa saya untuk tidak menginjak tanah basah tetapi hanya berjalan di tanah kering agar tidak meninggalkan jejak.
Mereka mengawasi saya dengan sangat saksama, setiap malam saya hanya diizinkan makan segenggam kecil nasi dan minum beberapa teguk air. Malam harinya saya tidak bisa tidur karena takut mereka akan membunuh saya.
Saat ini, ketiga pekerja tersebut telah diserahkan oleh Kepolisian Provinsi Dak Lak ke Komune Hoa Hiep, Distrik Kuin agar pihak berwenang di komune tersebut dapat memulangkan mereka ke keluarga masing-masing.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)