Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Menanamkan kecintaan terhadap budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler

Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah dan lembaga pendidikan di provinsi ini semakin gencar memasukkan identitas budaya nasional ke dalam kegiatan ekstrakurikuler. Pengalaman budaya membantu anak-anak mencintai, memahami, dan menyadari pentingnya melestarikan nilai-nilai tradisional yang ada di sekitar mereka.

Báo Đắk LắkBáo Đắk Lắk25/08/2025

Baru-baru ini, lebih dari 200 siswa Sekolah Menengah Le Quy Don (Komune Dak Lieng) berpartisipasi dalam kegiatan untuk merasakan budaya tradisional masyarakat M'nong. Di ruang desa yang damai, para siswa diajari membuat tembikar buatan tangan, menyaksikan para perajin memainkan gong, belajar tentang alat musik tradisional, dan kisah-kisah budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. H'Nhip Eung (siswa kelas 6A) tak dapat menyembunyikan kegembiraannya: "Ketika saya menyentuh tanah liat dan mencoba membentuknya menjadi vas, saya menyadari bahwa membuat produk buatan tangan membutuhkan usaha dan kreativitas para perajin. Selain itu, saya juga mendengar suara gong bergema di desa. Saya pikir nilai-nilai tersebut sungguh berharga untuk kita pelajari dan lestarikan."

Bagi La Quy Dung (siswa kelas 7B), pengalaman ini bukan hanya sekadar jalan-jalan, tetapi juga pertama kalinya ia mengamati dan merasakan langsung pembuatan tembikar serta menikmati budaya gong. Ia merasa bangga tinggal di tempat dengan begitu banyak keunikan budaya tradisional.

Ibu Nguyen Thi Kim Phuong, Kepala Sekolah Menengah Le Quy Don, mengatakan: Kegiatan ekstrakurikuler seperti ini merupakan cara praktis untuk mendekatkan budaya nasional kepada generasi muda. “Kami ingin siswa tidak hanya mempelajari budaya melalui buku, tetapi juga menyentuh dan merasakannya dengan seluruh indra mereka. Ketika mereka memahami makna setiap ciri budaya tradisional, mereka akan membentuk rasa hormat dan tanggung jawab untuk melestarikannya. Ini merupakan bagian dari orientasi pendidikan komprehensif sekolah,” ujar Ibu Phuong.

Siswa-siswi Sekolah Menengah Le Quy Don (Komune Dak Lieng) dengan penuh semangat mencoba memainkan gong di bawah bimbingan seorang pengrajin.
Siswa-siswi Sekolah Menengah Le Quy Don (Komune Dak Lieng) dengan penuh semangat mencoba memainkan gong di bawah bimbingan seorang pengrajin.

Baru-baru ini, sebuah sesi pengalaman di Kawasan Wisata Desa Pa Me (Komune Ea Phe) menghadirkan ruang bermakna bagi siswa TK Swasta Doraemon (Komune Krong Nang) untuk bermain sekaligus belajar. Melalui berbagai kegiatan seperti menyaksikan para pengrajin memainkan kecapi Tinh, bernyanyi, belajar tentang budaya, dan berpartisipasi dalam pembuatan gelang lima warna—sebuah kerajinan tangan yang memiliki makna penting dalam budaya masyarakat Tay dan Nung—anak-anak diperkenalkan dengan budaya tradisional.

Ibu Dang Thi Minh Hang, seorang guru di TK Swasta Doraemon, berbagi: “Anak-anak menyerap pengetahuan dengan sangat cepat, terutama melalui kegiatan eksperiensial. Oleh karena itu, kami memilih untuk membawa anak-anak ke ruang budaya nyata agar mereka dapat merasakan dan mengingat melalui emosi dan tindakan. Apa yang dilihat, didengar, dan disentuh anak-anak saat ini dapat menjadi fondasi untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sepanjang perjalanan pertumbuhan mereka.”

Faktanya, banyak sekolah di provinsi ini secara aktif mengintegrasikan pengalaman identitas budaya ke dalam program pendidikan setelah sekolah. Tak lagi sekadar kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan ini semakin diinvestasikan, baik dalam konten maupun bentuk, dengan partisipasi para perajin, komunitas lokal, dan ruang pelestarian budaya yang dinamis. Melalui hal ini, siswa tidak hanya dibekali dengan lebih banyak pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga belajar mencintai tanah air mereka dari hal-hal yang paling sederhana. Ketika generasi muda masa kini tumbuh dalam ruang belajar yang kaya akan pengetahuan dan dijiwai kecintaan terhadap budaya, merekalah yang akan melestarikan dan melanjutkan identitas nasional di masa depan.

Sumber: https://baodaklak.vn/xa-hoi/202508/geo-tinh-yeuvan-hoa-tu-hoat-dong-ngoai-khoa-c150542/


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk