Aktivitas untuk alam
Didirikan pada tahun 2016, Gaia Nature Conservation Center dikenal luas karena program reboisasi dan pengalaman alamnya. Bertujuan untuk terhubung dengan dan mendorong partisipasi banyak orang, bisnis, sekolah, dan terutama kaum muda, Gaia secara rutin menyelenggarakan kegiatan reboisasi dan perlindungan di berbagai kawasan hutan: Cuc Phuong, Ben En, Xuan Lien, Phong Dien, Bach Ma, Dong Nai, Ta Kou, Can Gio, dan Ca Mau .

Baru-baru ini, Gaia menyelenggarakan acara penanaman pohon di Hutan Ma Da, bagian dari Cagar Budaya dan Alam Dong Nai , yang menarik lebih dari 100 peserta. Setelah kurang lebih dua jam perjalanan dari pusat kota, kelompok sukarelawan tiba di Hutan Ma Da, siap menanam 450 bibit dari delapan spesies asli yang berharga: Lagerstroemia indica, Dalbergia tonkinensis, Pterocarpus indicus, Dipterocarpus macrocarpus, Dalbergia cochinchinensis, Dalbergia tonkinensis, Dalbergia cochinchinensis, dan Dalbergia cochinchinensis. Semua orang dengan saksama memperhatikan tindakan para instruktur: cara melunakkan tanah, cara menanam bibit dengan lurus, dan cara menimbun tanah dengan aman.
Berbekal cangkul dan beberapa bibit pohon, para sukarelawan dibagi menjadi beberapa kelompok dan pergi ke lubang-lubang kecil yang telah digali untuk menanam pohon. Hanya dalam waktu sekitar dua jam, 450 bibit pohon telah ditanam dengan kokoh. Pada saat ini, para sukarelawan dengan cermat memberi nomor, mencatat, dan mengukur tinggi setiap pohon. Semua orang senang dapat berkontribusi pada vitalitas hutan secara keseluruhan. Berpartisipasi bersama Gaia dalam perjalanan reboisasi di Dong Nai, Runner-up Pertama Miss World Vietnam 2023 Dao Hien berbagi: “Untuk pertama kalinya, saya secara pribadi menanam pohon Dalbergia tonkinensis – spesies langka. Melalui program ini, saya menyadari bahwa reboisasi bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang memberi alam kesempatan untuk bangkit kembali.”
Dengan tujuan menyebarkan kecintaan terhadap alam dan memberikan pengetahuan yang berharga, perjalanan Gaia juga mencakup kegiatan "mandi hutan". Di sini, para sukarelawan menjelajah jauh ke dalam hutan, membenamkan diri dalam lingkungan hutan dan mempelajari karakteristik serta fungsi berbagai spesies tumbuhan dan hewan. Selain mempelajari hubungan simbiosis antar spesies, ini juga merupakan kesempatan bagi peserta untuk mengagumi makhluk hutan yang unik. Di sepanjang perjalanan, banyak yang senang mencicipi sepotong jahe, atau melihat burung rangkong besar dan burung pegar yang pemalu setelah hujan.
Semua demi kehijauan.
Kisah Gaia tidak berakhir hanya dengan menghijaukan lahan atau sesi "mandi hutan" yang unik; ini adalah perjalanan bertahap reboisasi berkelanjutan. Setiap hutan terus dirawat dan dipantau selama 2-6 tahun untuk mencapai tingkat kelangsungan hidup 75%-86%. Selain itu, tergantung pada wilayahnya, kegiatan perawatan bervariasi, termasuk pengolahan tanah, pemupukan, pemangkasan tanaman merambat, pembuatan jalur pencegahan kebakaran, dan penanganan hama dan penyakit.
Dengan dukungan dan minat yang kuat dari masyarakat, Pusat Konservasi Alam Gaia telah menanam lebih dari 1.188.466 pohon, menghijaukan area seluas lebih dari 513,26 hektar di 10 hutan daerah aliran sungai khusus di seluruh Vietnam.
Ibu Do Thi Thanh Huyen, Direktur Pusat Konservasi Alam Gaia, berbagi: “Selama lebih dari 27 tahun saya bekerja di bidang konservasi, hutan bukan hanya tempat kerja saya, tetapi juga tempat di mana saya belajar untuk hidup – untuk hidup lebih lambat, lebih tenang, dan lebih mendalam. Setiap pohon, setiap aliran sungai, setiap kicauan burung di pagi hari adalah 'guru' yang mengingatkan saya akan hubungan, rasa syukur, dan tanggung jawab manusia terhadap alam. Oleh karena itu, impian saya dan impian Gaia bukan hanya untuk menanam kembali hutan yang hilang, tetapi juga untuk membangkitkan kembali emosi dan terhubung dengan kecintaan terhadap alam di hati setiap orang.”
Selain kaum muda, program Gaia juga melibatkan banyak keluarga, anak-anak, dan bahkan orang dewasa yang lebih tua. Oleh karena itu, ini bukan hanya kegiatan lingkungan biasa, tetapi juga kesempatan istimewa bagi generasi dalam keluarga untuk mempererat ikatan. Ketika anak-anak menanam bibit di tanah dengan tangan mereka sendiri, dan melihat orang tua mereka merawatnya dengan penuh perhatian, sebuah kenangan indah tentang alam akan terbentuk.
Menyampaikan pandangannya tentang hal ini, Ibu Do Thi Thanh Huyen mengatakan: “Ketika orang dewasa memberi contoh dan secara langsung mengalami alam bersama anak-anak, pesan tentang cinta terhadap hutan dan tanggung jawab terhadap lingkungan menjadi lebih jelas dan lebih mudah disebarkan daripada sebelumnya. Gambaran keluarga tiga generasi yang menanam pohon bersama membuat saya percaya bahwa masa depan hutan dan masa depan kita sedang ditabur oleh tangan-tangan penuh kasih sayang saat ini.”
Sumber: https://www.sggp.org.vn/gop-mot-cay-la-gop-rung-post816857.html






Komentar (0)