Namun, para pejabat Hamas dan Jihad kemudian membantah klaim sumber-sumber tersebut tentang adanya perundingan. Izzat al-Rishq, anggota biro politik Hamas, menambahkan: "Tidak akan ada perundingan tanpa penghentian serangan sepenuhnya."
Para pejuang kelompok Jihad Islam. Foto: AFP
"Pimpinan Hamas bertekad sekuat tenaga untuk mengakhiri sepenuhnya" serangan berdarah Israel, ujarnya, merujuk pada lebih dari 20.000 warga Palestina yang tewas dalam perang 11 minggu di Gaza. Seorang pejabat senior Jihad yang mengetahui perundingan Kairo menyuarakan bantahan al-Rishq.
Sumber-sumber Mesir mengatakan baik Hamas maupun Jihad, yang mengadakan pembicaraan terpisah dengan mediator Mesir di Kairo, menolak memberikan konsesi apa pun selain kemungkinan pembebasan lebih banyak sandera di Gaza.
Delegasi Jihad yang dipimpin oleh pemimpin Ziad al-Nakhala saat ini berada di Kairo untuk berunding dengan pejabat Mesir mengenai tawaran pertukaran tahanan dan isu lainnya.
Seorang pejabat dalam delegasi Jihad bersikeras bahwa setiap pertukaran tahanan harus didasarkan pada prinsip "semua untuk semua", yang berarti pembebasan semua sandera yang ditahan oleh Hamas dan Jihad di Gaza dengan imbalan pembebasan semua warga Palestina yang ditahan di Israel.
Sebelum perang, ada 5.250 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, tetapi jumlah tersebut kini meningkat menjadi sekitar 10.000 karena Israel telah menangkap ribuan orang lagi di Tepi Barat dan Gaza sejak 7 Oktober, menurut Asosiasi Tahanan Palestina.
Bui Huy (menurut Reuters)
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)