
Tentara Korea Selatan berjaga di Area Keamanan Bersama (JSA) di Zona Demiliterisasi antar-Korea, dekat Kaesong. Foto arsip
CMA, yang ditandatangani oleh kedua Korea pada 19 September 2018, menyerukan penghentian semua aktivitas militer yang bermusuhan antara kedua belah pihak, serta pembentukan zona penyangga maritim dan transformasi zona demiliterisasi (DMZ) menjadi zona damai . Faktanya, perjanjian tersebut telah dibatalkan sebagian sejak akhir 2023.
"Pertemuan tersebut memutuskan untuk mengusulkan penangguhan seluruh CMA hingga kepercayaan antara kedua Korea pulih," kata kantor kepresidenan Korea Selatan. " Pemerintah akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi nyawa dan keselamatan warganya," kata kantor kepresidenan.
Sebelumnya pada 2 Juni, Korea Utara mengumumkan akan menghentikan sementara pelepasan balon berisi kertas bekas melintasi perbatasan ke Korea Selatan. Korea Utara juga memperingatkan akan terus melepaskan balon jika terus menerima selebaran dari Korea Selatan.
Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berperang karena konflik tahun 1953 di semenanjung Korea berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Korea Utara telah berulang kali mengkritik Korea Selatan karena gagal menghentikan para aktivis yang meluncurkan selebaran balon melintasi perbatasan.
Sumber
Komentar (0)