
Tambang pasir di Dien Tho menimbulkan kehebohan di opini publik – Foto: BD
Di tengah hujan lebat pada siang hari tanggal 21 Oktober, tambang pasir DB2B di Sungai Thu Bon menemukan sebidang emas di dekat tepi sungai. Meskipun tambang tersebut milik komune Dien Tho, tambang tersebut terletak di seberang sungai, dan untuk menyeberang, seseorang harus naik perahu.
Siang hari tanggal 21 Oktober, saat kami menanyakan arah ke tambang pasir ini, banyak warga setempat mengatakan bahwa beberapa hari ini masyarakat sangat heboh dengan kabar tambang tersebut dilelang seharga 370 miliar VND.
"Semua orang di sini tahu tentang tambang pasir itu. Tapi tak seorang pun menyangka harganya akan setinggi itu. Sejak kemarin, banyak orang datang bertanya dan terpaksa berdiri di sisi sungai ini untuk melihat," kata Bapak Phan Duc Vinh, warga Desa Ky Bi, Kecamatan Dien Tho, Provinsi Quang Nam .
Menanggapi Tuoi Tre Online, Ibu Phan Thi Thu Suong, ketua Komite Rakyat Komune Dien Tho, mengatakan bahwa dia dan rekan-rekan anggota komune sangat terkejut dengan harga yang disetujui perusahaan untuk dibayar guna diberikan hak mengeksploitasi tambang DB2B di komune tersebut.
Menurut Ibu Suong, perusahaan pemenang lelang tambang pasir DB2B bukanlah perusahaan asing karena pemimpin unit ini dulunya tinggal di komune tersebut. Sebelumnya, pemilik perusahaan ini berdagang kayu dari Laos ke Kon Tum dan kemudian menjadi kaya.
Setelah menciptakan potensi keuangan yang cukup kuat, orang-orang dari perusahaan ini pindah ke Da Nang , saat ini memiliki segmen bisnis di bidang mebel kayu.

Tambang pasir tampak di bawah air – Foto: BD
Ibu Suong juga mengatakan bahwa di Dien Tho terdapat dua tambang pasir besar. Tambang DB2B yang baru saja dilelang adalah tambang yang telah dieksploitasi. Tambang pasir ini merupakan tambang pasir cekung, terletak di tanjung yang cukup jauh dari tepi sungai.
Tambang ini sebelumnya telah diberikan hak eksploitasi kepada perusahaan lain. Setelah jangka waktu yang ditentukan berakhir, negara mengambil alihnya untuk memulihkan lingkungan.
Selama 3 tahun terakhir, tambang tersebut telah ditutup dan tidak ada izin penambangan yang diberikan kepada siapa pun. Baru-baru ini, ketika lingkungan telah pulih dan sumber pasir telah ditimbun kembali, unit-unit tersebut telah menyelesaikan prosedur untuk melelangnya.
Kami memperkirakan paling banyak sekitar puluhan miliar dong, tetapi kami tidak pernah membayangkan perusahaan akan menutupnya pada angka 370 miliar dong.
Tugas daerah adalah menciptakan semua kondisi untuk mendukung prosedur seperti survei, perlindungan, dan dukungan bisnis. Jika tambang beroperasi, masyarakat juga akan memiliki pendapatan tambahan untuk berinvestasi dalam infrastruktur lokal,” ujar Ibu Suong.

Wilayah di mana dua tambang pasir terkonsentrasi berjarak sekitar 1 km di komune Dien Tho - Foto: BD

Meski di seberang sungai, tambang pasir itu tetap milik komune Dien Tho - Foto: BD

Ada beberapa kapal pengangkut pasir yang terparkir di dekat tambang pasir yang berhasil dilelang – Foto: BD

Ladang dan warga sekitar sekitar tambang pasir – Foto: BD

Kawasan permukiman tak jauh dari lokasi tambang pasir baru yang dilelang senilai 370 miliar VND - Foto: BD

Komentar (0)