Setelah Man Utd kalah dari tim Divisi Keempat dalam adu penalti di Blundell Park pada Piala Liga Inggris, pelatih Amorim menghadapi risiko besar pemecatan. Para penggemar Man Utd mengkritik pelatih asal Portugal itu karena dianggap tidak profesional dan pengecut, serta menuntut agar pimpinan tim segera memecatnya.

Pelatih Amorim mengakui bahwa ada saatnya ia ingin menyerah dan meninggalkan Man Utd (Foto: Getty).
Pelatih Amorim telah menyatakan bahwa "semuanya harus berubah" dan mengatakan bahwa penampilan para pemainnya "sangat menunjukkan" (merujuk pada fakta bahwa banyak pemain tidak lagi mendengarkannya). Hasil ini semakin menekan sang ahli strategi berusia 40 tahun, yang baru menempati posisi panas untuk menggantikan Ten Hag November lalu.
Dalam konferensi pers pra-pertandingannya di Carrington tadi malam, pelatih Amorim tampak tersenyum, tetapi tak bisa menyembunyikan luapan emosinya sendiri setelah kekalahan mengejutkan dari Grimsby. Ia berkata: "Sejujurnya, setiap kali Man Utd kalah dengan cara seperti itu, saya bereaksi seperti itu. Terkadang saya membenci para pemain saya, terkadang saya mencintai mereka, terkadang saya ingin melindungi mereka. Begitulah cara saya bekerja dan saya akan selalu seperti itu."
Ahli strategi kelahiran 1985 ini juga mengakui bahwa terkadang tekanan membuatnya ingin menyerah. "Ada kalanya saya ingin mengundurkan diri, dan ada kalanya saya ingin bertahan selama 20 tahun. Ada kalanya saya senang bersama para pemain, dan ada kalanya tidak. Setelah kekalahan dari Grimsby, saya sangat kecewa karena saya pikir tim menjalani pramusim yang baik, bermain semakin konsisten. Tapi kemudian kami justru terpuruk seperti itu. Sulit untuk menerimanya."

Banyak pemain Man Utd dikatakan tidak lagi mendengarkan pelatih Amorim (Foto: Getty).
Namun, pelatih yang membawa Sporting Lisbon ke puncak klasemen itu tetap bersikeras bahwa ia telah melupakan kekalahan tak terlupakan itu dan fokus pada pertandingan Liga Primer melawan Burnley di Old Trafford. "Sekarang ini pertandingan baru dan saya sepenuhnya fokus pada tantangan berikutnya," tegas Amorim.
Banyak sumber mengatakan bahwa pelatih Amorim hanya memiliki satu peluang tersisa melawan Burnley akhir pekan ini. Jika ia terus gagal, pelatih asal Portugal itu berisiko dipecat pekan depan.
Sumber: https://dantri.com.vn/the-thao/hlv-ruben-amorim-len-tieng-ve-kha-nang-bi-sa-thai-o-man-utd-20250830092022240.htm
Komentar (0)