Danau Plei Krong terbentuk setelah Pembangkit Listrik Tenaga Air Plei Krong resmi beroperasi pada tahun 2009, di pertemuan sungai Dak Bla dan Krong Po Ko (anak sungai sekunder dari Sungai Se San).
Dengan luas permukaan lebih dari 6.500 hektar dan kedalaman rata-rata 15-20 meter, Danau Plei Krong tidak hanya berperan dalam pengaturan air dan pembangkit listrik tetapi juga menciptakan pemandangan indah di tengah pegunungan dan hutan. Masyarakat komune Kroong sering bercanda menyebutnya "Laut Kroong".
| Pulau-pulau kecil muncul dari danau, membentuk "oasis" alami yang indah. |
Jika dilihat dari lereng bukit, danau itu tampak seperti "cermin" raksasa yang memantulkan langit biru luas Dataran Tinggi Tengah. Pulau-pulau kecil muncul di tengah danau, membentuk "oasis" alami yang indah tempat burung-burung hutan bersarang dan pepohonan masih menjulang tinggi dengan gagah. Selama musim kemarau, permukaan danau tenang, airnya yang hijau zamrud memantulkan pepohonan kuno di sepanjang tepiannya, membuat tempat itu menyerupai lukisan tinta yang hidup.
Selain pemandangannya yang indah, Danau Plei Krong juga membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. “Sejak danau ini dibangun, lanskapnya telah berubah secara dramatis; udaranya segar, dan pepohonan tetap hijau sepanjang tahun. Banyak orang di daerah ini beralih ke perikanan dan mengembangkan jasa pariwisata skala kecil,” ujar Bapak A Mlưn, Sekretaris Cabang Partai desa Kroong Klah (komune Kroong).
| Air danau ini memiliki warna biru kehijauan yang indah, yang sering disebut penduduk setempat sebagai "Laut Kroong" secara bercanda. |
Berkat perairannya yang luas dan bersih, banyak rumah tangga telah memanfaatkannya untuk mengeksploitasi dan menangkap produk perairan, terutama ikan seperti: ikan gabus, ikan gobi, ikan lele, ikan mas, ikan nila, dll. Penduduk setempat juga telah membuka layanan untuk wisatawan seperti: mendayung SUP, memancing, berkemah semalam... di sepanjang danau. Wisatawan dapat menyewa perahu untuk menjelajahi gugusan "pulau-pulau kecil" yang muncul di tengah danau seperti "pulau gurun mini" yang hijau subur. Setiap tempat dapat menjadi tempat persinggahan untuk berkemah, bersantai, atau memancing rekreasi...
| Para wisatawan berkemah di tepi danau. |
| Wisatawan dapat merasakan pengalaman memancing di atas SUP (stand-up paddleboard). |
Ibu Tran Thi Bich Hien, Sekretaris Komite Partai dan Ketua Dewan Rakyat Komune Kroong, mengatakan: "Wilayah ini memiliki orientasi perencanaan untuk mengembangkan ekonomi danau yang terkait dengan ekowisata di masa depan, terutama mengembangkan layanan seperti: mendayung SUP, wisata perahu di danau, pengalaman memancing, berkemah semalam... Komune ini juga telah melaksanakan renovasi rumah-rumah komunal tradisional dari dua desa Ba Na di daerah tersebut sesuai dengan identitas budaya Ba Na untuk mengembangkan pariwisata komunitas, memperkenalkan budaya gong, alat musik, kuliner , dan festival tradisional dari kelompok etnis minoritas setempat di daerah tersebut."
Sumber: https://baodaklak.vn/du-lich/202506/ho-plei-krong-doa-hoa-xanh-giua-dai-ngan-fa5023e/








Komentar (0)