Prestasi akademis yang mengesankan dari 2 pemain anggar wanita
Informasi tentang pendidikan dua atlet perempuan peraih medali emas cabang anggar di Olimpiade menarik perhatian internasional. Kedua atlet tersebut adalah Vivian Kong dari Hong Kong (Tiongkok) dan Lee Kiefer dari Amerika Serikat.
Vivian Kong memenangkan medali emas di nomor anggar tunggal putri. Sebelum menekuni anggar, Vivian mencoba balet dan taekwondo. Ia mulai berlatih anggar pada usia 11 tahun dan dengan cepat meningkatkan kemampuannya dengan memanfaatkan kecepatan taekwondo dan fleksibilitas balet.
Atlet anggar Vivian Kong dari delegasi Hong Kong (Tiongkok) (Foto: SCMP).
Sambil mengejar karier di bidang olahraga performa tinggi, Vivian juga menekuni pendidikannya. Setelah lulus SMA, ia mengambil jurusan hubungan internasional di Universitas Stanford yang bergengsi di AS. Atlet berusia 30 tahun ini juga meraih gelar magister hukum dari Universitas Renmin, Tiongkok.
Saat ini ia sedang menempuh pendidikan doktor hukum di Universitas Cina Hong Kong. Vivian sedang menggemparkan negara asalnya setelah memenangkan medali emas di Olimpiade.
Media Tiongkok melaporkan bahwa sekolah anggar di Hong Kong mengalami peningkatan pesat jumlah siswa. Baik orang dewasa maupun anak-anak berbondong-bondong ke pusat anggar untuk mendaftar. Banyak orang tua khususnya telah memutuskan untuk menyekolahkan anak-anak mereka di kelas anggar setelah mengetahui bahwa olahraga ini dianggap sebagai olahraga intelektual.
Selain Vivian Kong, jalur akademik atlet Amerika Lee Kiefer (30 tahun) juga menarik banyak perhatian. Ia memenangkan medali emas di nomor individu putri dan tim putri foil di Olimpiade 2024.
Sepanjang kariernya, Lee memenangkan tiga medali emas di dua Olimpiade. Ia dianggap sebagai atlet anggar wanita tersukses dalam sejarah olahraga Amerika.
Sebelum Lee, tak ada satu pun pemain anggar Amerika yang memenangkan medali emas Olimpiade pada nomor individu.
Atlet anggar Lee Kiefer dari tim AS (Foto: Time).
Lee Kiefer lulus dari Universitas Notre Dame dengan gelar di bidang penelitian ilmiah , dan kemudian melanjutkan studi farmasi di Universitas Kentucky (AS). Dalam keluarga Lee, anggar adalah minat yang sama. Ayahnya adalah seorang ahli bedah saraf yang juga menekuni anggar.
Lee, kakak perempuannya, dan adik laki-lakinya, semuanya menekuni olahraga anggar sejak dini dan menjadi atlet profesional. Kakak perempuan Lee, Alex Kiefer, adalah pemain anggar ternama di Amerika Serikat. Alex kuliah di Universitas Harvard dan sekarang menjadi dokter.
Suami Lee, Gerek Meinhardt, juga merupakan pemain anggar profesional yang telah berkompetisi di Olimpiade empat kali.
Ketika mengetahui kehidupan pribadi Vivian Kong dan Lee Kiefer, media internasional dikejutkan oleh jalur pendidikan yang mereka tempuh di samping karier olahraga mereka.
Faktanya, anggar selalu dianggap sebagai olahraga yang sangat intelektual. Tingginya tingkat pendidikan para pemain anggar yang handal membuat pernyataan ini semakin meyakinkan.
Mengapa anggar merupakan olahraga pikiran?
Anggar membutuhkan kombinasi kekuatan fisik dan kecepatan berpikir taktis. Tantangan yang dihadapi para pemain anggar sehari-hari seringkali berupa "perang psikologis".
Anggar dianggap sebagai olahraga intelektual (Foto: CNBC).
Seringkali, pemain anggar yang baik juga merupakan orang-orang yang tahu cara "bermain psikologi", mereka memiliki jati diri yang kuat dan tahu cara "membaca" lawan mereka. Beberapa persyaratan untuk "perang psikologis" bagi pemain anggar meliputi:
Konsentrasi tinggi: Konsentrasi ini digunakan untuk mengamati pergerakan lawan, memprediksi arah pedang lawan, dan memberikan respons yang cepat dan akurat. Mempertahankan konsentrasi tinggi sepanjang pertandingan merupakan tantangan yang tidak semua orang bisa lakukan.
Kemampuan mengendalikan emosi: Mengendalikan emosi merupakan syarat penting dalam anggar. Praktisi anggar harus mampu mengendalikan emosi dengan baik selama pertandingan, dan selalu menghindari emosi yang meluap-luap sehingga mengganggu konsentrasi.
Kemampuan bereaksi cepat: Anggar sering dibandingkan dengan catur, karena atlet harus cepat mengamati gerakan lawan dan menyusun strategi yang tepat selama pertandingan. Oleh karena itu, anggar dianggap sebagai olahraga yang menantang secara psikologis dan membutuhkan pemikiran taktis yang sangat tajam.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/hoc-van-dang-ne-cua-2-nu-vdv-dau-kiem-gianh-huy-chuong-vang-olympic-paris-20240802225450702.htm
Komentar (0)