Berhasil menghidupkan kembali 3 serigala putih setelah 12.500 tahun punah
Tiga serigala putih Romulus, Remus dan Khaleesi telah muncul kembali berkat rekayasa genetika canggih, membuat para ilmuwan takjub dengan potensi kebangkitan spesies.
Báo Khoa học và Đời sống•15/08/2025
Menurut pengumuman perusahaan bioteknologi Colossal Biosciences, spesies serigala putih yang punah 12.500 tahun lalu telah dihidupkan kembali berkat teknologi genetika. Para ahli Colossal Biosciences merilis gambar tiga serigala putih salju dan menyebutnya "kebangkitan spesies pertama di dunia ". Serigala putih (Aenocyon dirus) punah pada akhir Zaman Es terakhir. Dengan menciptakan anak serigala yang identik, CEO Colossal Biosciences, Ben Lamm, mengatakan perusahaan telah menciptakan anak serigala putih yang sehat dan menghidupkan kembali karnivora tersebut setelah 12.500 tahun punah.
Untuk menciptakan anak anjing tersebut, para ilmuwan mengekstraksi DNA dari dua fosil serigala putih prasejarah: gigi berusia 13.000 tahun yang ditemukan di Sheridan Pit, Ohio, dan tulang telinga bagian dalam berusia 72.000 tahun dari American Falls di Idaho. Dengan menggunakan DNA tersebut, tim peneliti menyusun genom lokal serigala putih. Mereka kemudian membandingkannya dengan genom kerabat terdekatnya, yaitu serigala, jakal, dan rubah. Berdasarkan hasil tersebut, mereka memilih serigala abu-abu (Canis lupus) sebagai donor telur untuk kebangkitan serigala putih, meskipun kedua spesies tersebut tidak berkerabat dekat. Proses menghidupkan kembali serigala putih membutuhkan sel telur dari hewan hidup untuk menampung dan mengembangkan materi genetik hewan yang ingin diciptakan para ilmuwan. Setelah memilih serigala abu-abu, tim di Colossal Biosciences mengumpulkan sel-sel dari sampel darah serigala abu-abu dan memodifikasinya agar menyerupai sel yang ditemukan pada fosil serigala putih.
Dengan menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR, tim tersebut membuat total 20 penyuntingan pada 14 gen yang mereka identifikasi sebagai gen penting yang memberikan ciri khas pada serigala putih. Selanjutnya, tim peneliti memasukkan DNA dari sel yang telah diedit ke dalam sel telur serigala abu-abu setelah membuang materi genetiknya. Pada tahap ini, sel telur serigala abu-abu tersebut mengandung semua informasi genetik yang dibutuhkan untuk menciptakan anak serigala dengan beberapa karakteristik serigala putih. Sel telur kemudian dimatangkan di laboratorium. Embrio kemudian ditanamkan ke dalam rahim anjing ras, yang dianggap sebagai subspesies serigala abu-abu.
Berkat proses ini, dua serigala putih pertama lahir pada 1 Oktober 2024. Mereka diberi nama Romulus dan Remus. Kedua individu ini dipelihara dan terus dipantau di cagar alam yang dikelilingi pagar setinggi 3 meter. Pada 30 Januari 2025, Colossal Biosciences menyambut serigala putih ketiganya, bernama Khaleesi. Foto: Colossal Biosciences.
Pembaca diundang untuk menonton video : Di Balik Kesuksesan Ilmuwan. Sumber: VTV24.
Komentar (0)