Pertahanan udara Israel mencegat roket Hamas pada pagi hari tanggal 7 Oktober. (Sumber: Sputnik)
CNN mengutip pernyataan juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang mengatakan bahwa IDF melancarkan operasi militer "Pedang Besi" terhadap gerakan Hamas setelah serangan mendadak oleh kelompok militan Palestina di wilayah Israel pada dini hari tanggal 7 Oktober.
IDF juga mengatakan puluhan jet tempurnya saat ini sedang menyerang posisi Hamas di Jalur Gaza.
"Untuk mencegah serangan roket Hamas dari Jalur Gaza ke Israel, IDF saat ini sedang menyerang target musuh di wilayah tersebut," kata IDF dalam sebuah pernyataan di jejaring sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
Roket ditembakkan dari Kota Gaza ke arah Israel pada 7 Oktober. (Foto: AFP)
Israel juga mengumumkan keadaan siaga perang pada pagi hari tanggal 7 Oktober setelah serangan pertama terjadi.
Berbicara tentang situasi saat ini, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan Israel "akan memenangkan perang ini" melawan Hamas.
"Hamas membuat kesalahan besar pagi ini dan melancarkan perang melawan Negara Israel. Tentara IDF memerangi musuh di mana-mana. Saya menyerukan kepada seluruh warga negara Israel untuk mematuhi instruksi keamanan. Negara Israel akan memenangkan perang ini," kata Menteri Gallant.
Menurut media Israel, setidaknya 100 orang terluka di seluruh Israel akibat serangan Hamas. Belum ada angka resmi korban tewas.
Pada pagi hari tanggal 7 Oktober, komandan cabang militer gerakan Hamas, Muhammad Al-Deif, mengatakan kelompok itu melancarkan operasi yang disebut "Badai Al-Aqsa" yang menargetkan posisi, bandara, dan posisi militer Israel.
Menurut Muhammad Al-Deif, Hamas telah meluncurkan sedikitnya 5.000 roket ke wilayah Israel.
Sayap militer gerakan Hamas Palestina, Brigade Al-Qassam, telah mengumumkan kampanye melawan Israel, dengan mengklaim telah meluncurkan 5.000 roket.
Konflik yang meningkat antara Hamas dan Israel telah menimbulkan kekhawatiran tentang risiko konfrontasi militer skala besar yang serupa dengan perang 11 hari di Jalur Gaza pada tahun 2021 yang menewaskan ratusan orang.
Tra Khanh
[iklan_2]
Sumber






Komentar (0)