Wakil Menteri Informasi dan Komunikasi Bui Hoang Phuong memimpin delegasi Vietnam di AI Action Summit di Paris, Prancis.
Pada konferensi tersebut, Vietnam dan lebih dari 60 negara menandatangani Deklarasi Bersama AI Paris, yang menyerukan promosi tata kelola AI secara global, memastikan bahwa teknologi ini berkembang secara transparan, adil, dan berkelanjutan.
Partisipasi Vietnam menunjukkan komitmen kuatnya dalam menerapkan AI pada pembangunan sosial -ekonomi, sekaligus membuka banyak peluang kerja sama dengan mitra internasional. Acara ini menandai peralihan dari diskusi tentang keamanan AI ke tindakan konkret, yang berfokus pada lima topik utama: AI untuk kepentingan publik, lapangan kerja, investasi, etika, dan regulasi.
Partisipasi Vietnam menegaskan peran aktifnya dalam komunitas AI internasional, membuka peluang untuk kerja sama, pembelajaran, dan penerapan AI pada pembangunan sosial ekonomi domestik.
Selain itu, partisipasi Vietnam dalam konferensi tersebut tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan AI tetapi juga membuka peluang untuk kerja sama, pembelajaran, dan penerapan AI dalam pembangunan sosial-ekonomi domestik.
Berbicara di saluran televisi nasional France 2, Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan: "Kita hidup dalam revolusi teknologi dan sains yang langka. AI dapat membantu kita hidup lebih baik, belajar lebih baik, bekerja lebih baik, dan menjaga kesehatan kita dengan lebih baik. Penting bagi kita untuk membangun kerangka kerja tata kelola AI yang tepercaya, membantu AI melayani masyarakat, alih-alih hanya melayani kepentingan sekelompok kecil."
Presiden Prancis juga meminta Eropa untuk mempercepat laju pengembangan AI agar tidak tertinggal dari kekuatan teknologi, sembari menekankan perlunya peta jalan yang jelas guna menarik bakat dan mendorong pengembangan AI yang berkelanjutan.
Salah satu inisiatif utama dalam konferensi tersebut adalah "Current AI" – sebuah kemitraan publik-swasta global untuk mendukung proyek-proyek AI berskala besar yang melayani kepentingan publik. Selain itu, para pihak juga menekankan pentingnya membatasi konsentrasi kekuasaan di beberapa perusahaan teknologi, memastikan AI lebih mudah diakses oleh negara-negara berkembang.
Wakil Menteri Informasi dan Komunikasi Bui Hoang Phuong mengunjungi stan Vietnam di KTT Kecerdasan Buatan (AI)
Konferensi ini merupakan kesempatan bagi Vietnam untuk mempelajari tren perkembangan AI terkini, sekaligus mempromosikan kebijakan dan strategi penerapan AI secara efektif di berbagai bidang penting seperti layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi digital. Ini juga merupakan kesempatan bagi Vietnam untuk menegaskan peran aktifnya dalam komunitas AI internasional, menuju masa depan AI yang berkelanjutan dan manusiawi.
Sebelumnya, pada 10 Februari 2025, dalam perjalanan menghadiri Action Summit on Artificial Intelligence (AI), delegasi kerja Kementerian Informasi dan Komunikasi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Bui Hoang Phuong juga mengunjungi dan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Vietnam di Prancis.
Beberapa foto Wakil Menteri Bui Hoang Phuong dan delegasi yang berkunjung dan bekerja di Kedutaan Besar Vietnam di Prancis
[iklan_2]
Sumber: https://mic.gov.vn/viet-nam-tham-gia-hoi-nghi-thuong-dinh-ai-paris-khang-dinh-vai-tro-trong-cong-dong-ai-quoc-te-197250212130300486.htm
Komentar (0)