Lokasi kecelakaan balon udara di dekat desa De Hoeve, Belanda - Foto: AFP
Menurut Reuters, pihak berwenang Belanda mengatakan sedikitnya satu orang tewas dan lima lainnya terluka setelah balon udara yang membawa mereka jatuh ke padang rumput di provinsi utara Friesland pada malam 13 Agustus waktu setempat.
Pada saat kecelakaan terjadi, ada 34 orang di dalam balon tersebut.
"Balon itu jatuh dengan cepat sekitar pukul 9 malam dan menghantam tanah dengan keras," kata pemerintah provinsi Friesland, seraya menambahkan bahwa polisi telah membuka penyelidikan atas kecelakaan tersebut.
Juru bicara Royal Netherlands Aeronautical Society mengatakan hembusan angin yang tiba-tiba menyebabkan balon jatuh ke tanah, mengakibatkan lima orang terjatuh. Balon tersebut sedang turun secara bertahap ketika angin kencang menerjang.
Menurut NL Times , pasukan penyelamat merespons dalam skala besar, mengerahkan 14 ambulans, tim medis keliling, dua staf medis panggilan, tim tanggap darurat Palang Merah...
Mereka telah mengumumkan keadaan darurat Grip 1, yang berarti semua pasukan tanggap akan melapor kepada satu komandan, sehingga memudahkan koordinasi.
"Bisa dibayangkan betapa paniknya 34 orang yang berada di dalam balon udara seperti itu," ujar Jan Willem Zwart, juru bicara Veiligheidsregio Friesland, badan yang bertanggung jawab atas layanan darurat setempat.
Satu orang meninggal dunia di tempat kejadian dan lima lainnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tim penyelamat memberikan pertolongan pertama kepada beberapa orang sebelum membawa mereka ke rumah sakit, ujar Bapak Zwart. Beliau tidak berkomentar mengenai kondisi terkini para korban luka.
Balon ini diluncurkan di daerah Joure, provinsi Friesland, dan merupakan salah satu balon terbesar yang masih beroperasi di Belanda.
Sumber: https://tuoitre.vn/khinh-khi-cau-cho-34-nguoi-tai-ha-lan-roi-xuong-dong-co-2025081416314453.htm
Komentar (0)