
Departemen, cabang, dan daerah harus berupaya semaksimal mungkin untuk berfokus pada pencarian solusi guna mengatasi kendala dalam proses pelaksanaan proyek. Khususnya dalam pembersihan lokasi, kita harus bertekad untuk tidak membiarkan unit konstruksi menunggu di lokasi, kita harus menetapkan tujuan tertinggi dan memiliki tekad politik tertinggi untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.
Dalam semangat tersebut, Ketua Komite Rakyat Provinsi Ca Mau, Pham Thanh Ngai, meminta agar dalam pelaksanaan proyek, perlu memastikan keselarasan kepentingan masyarakat, mengoptimalkan penyelesaian masalah terkait, terutama penetapan harga ganti rugi lahan yang jelas, terbuka, transparan, dan konsisten antarrute dalam proyek yang sama. Selain itu, perlu meningkatkan sosialisasi, mendorong peran otoritas tingkat kecamatan, memobilisasi masyarakat terdampak proyek untuk mematuhi kebijakan, dan menyatukan kebijakan ganti rugi lahan lebih awal dari waktu yang ditentukan.
Berdasarkan Resolusi Dewan Rakyat Provinsi Ca Mau No. 24/NQ-HDND tanggal 2 Juni 2025, skala pembebasan lahan, ganti rugi, dukungan, dan pemukiman kembali mencapai sekitar 562 hektar. Luas tersebut terdiri dari lahan hutan produksi seluas 90 hektar, hutan lindung seluas hampir 44 hektar, dan lahan tanaman tahunan seluas 348 hektar. Total investasi untuk proyek pembebasan lahan, ganti rugi, dukungan, dan pemukiman kembali ini sekitar 2.028 miliar VND, dengan menggunakan anggaran APBN. Anggaran pusat mendukung sekitar 50% dari total investasi proyek, sementara sisanya dibiayai oleh APBD.
Jalan tol Ca Mau-Dat Mui memiliki panjang 90 km, memiliki 4 jalur, dan dijadwalkan untuk diinvestasikan sebelum tahun 2030. Perdana Menteri telah mengarahkan investasi di jalan tol Ca Mau-Dat Mui sesuai dengan proses darurat, dan proyek tersebut harus dimulai pada 19 Agustus 2025.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/khong-de-don-vi-thi-cong-cho-mat-bang-khi-trien-khai-cao-toc-ca-mau-dat-mui-post802966.html
Komentar (0)