Pada malam tanggal 8 Juli, acara "Stories from Songs" menampilkan percakapan menyentuh yang penuh dengan kenangan sakral tentang lagu "Câu hò bên bờ Hiền Lương" (Lagu dari Tepi Sungai Hiền Lương ), yang menampilkan Artis Rakyat Thu Hiền dan veteran Ngô Hữu Minh.

Diciptakan oleh musisi Hoang Hiep, dengan lirik oleh Dang Giao, dan dirilis pada tahun 1956, "Lagu di Tepi Sungai Hien Luong" bukan hanya sebuah lagu, tetapi juga simbol aspirasi untuk reunifikasi, cinta tanah air, dan keyakinan akan masa depan. Setelah hampir tujuh dekade, lagu ini masih mempertahankan vitalitasnya yang kuat.

Tanpa judul 1.jpg
Seniman Rakyat Thu Hien.

63 tahun bersama 'Lagu di Tepi Sungai Hien Luong'

Seniman Rakyat Thu Hien masih ingat betul saat pertama kali menyanyikan lagu ini pada usia 16 tahun, tepat di tanah tempat Sungai Ben Hai membelah negara. Pada tahun 1972, ia berpartisipasi dalam kampanye pembebasan Quang Tri , dan terus bernyanyi dengan semangat yang tak tergoyahkan. Hingga hari ini, ia telah dikaitkan dengan lagu ini selama 63 tahun.

"Setiap kali saya membawakan lagu ini, gambaran dari seluruh era, momen-momen ketika negara terpecah belah, kembali terlintas dalam pikiran saya," ungkap Artis Rakyat Thu Hien.

Dia menceritakan hari-hari sulit ketika dia harus bernyanyi menggunakan pengeras suara reyot buatan Tiongkok yang sudah tua. Karena peralatannya rusak, dia harus bernyanyi sambil meremas pengeras suara agar terdengar suara, sementara komisaris politik berdiri di sampingnya dengan cambuk, mengingatkannya untuk berhenti. "Jika saya terlalu sibuk meremas pengeras suara, saya tidak bisa bernyanyi, tetapi jika saya ingin bernyanyi, saya tidak bisa meremasnya," kenangnya tentang situasi yang lucu namun membuat frustrasi itu.

Artis Rakyat Thu Hien dan penyanyi Huyen Trang membawakan "A Song by the Banks of Hien Luong River":