Meski tidak menurunkan skuad terkuatnya, tim putri Vietnam tetap menang 3-0 atas Filipina dan Indonesia di dua pertandingan pertama.
Senada dengan itu, sang juara bertahan Thailand juga memperoleh 2 kemenangan dengan skor 3-1 dan 3-0 masing-masing atas Filipina dan Indonesia.
Pertandingan ini dianggap sebagai "final" tahap 2, tim pemenang akan dinobatkan sebagai juara.
Dalam pertandingan ini, pelatih Nguyen Tuan Kiet secara tak terduga memainkan setter Kim Thoa sejak awal pertandingan, menggantikan Lam Oanh seperti biasanya.
Namun langkah awal Vietnam di set 1 kurang baik sehingga timnya kalah dari Thailand di set 1 dengan skor 17-25.
Pada set kedua, Lam Oanh mampu kembali ke lapangan dan Vietnam memulai dengan baik.
Tim tersebut bahkan sempat unggul 5 poin atas lawannya, tetapi akhirnya melakukan kesalahan berulang kali di akhir set dan membiarkan Thailand bangkit dan unggul 2-0.
Nhu Quynh masuk ke lapangan pada set ketiga dan membawa angin segar bagi Vietnam. Tim Vietnam bermain lebih kompak di set ini, dan Bich Tuyen tampil gemilang dan membantu Vietnam memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Memasuki set ke-4, kedua tim bermain sangat fokus dan menunjukkan tekadnya untuk meraih kemenangan.
Nhu Quynh bermain sangat efektif, ia dan Bich Tuyen menciptakan 2 serangan kuat untuk membantu Vietnam menyamakan kedudukan 2-2 dan membawa pertandingan ke set ke-5.
Berbekal momentum tersebut, Bich Tuyen dan rekan-rekannya sangat fokus pada set ke-5.
Pemain pengumpan lawan tim Vietnam terus bermain sangat baik dan membantu Vietnam menang 3-2 untuk menjadi juara Asia Tenggara untuk pertama kalinya.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-thao/lan-dau-thang-thai-lan-tuyen-bong-chuyen-nu-viet-nam-vo-dich-sea-vleague-160080.html
Komentar (0)