Selama hari-hari menjelang Tahun Baru Imlek, Tim Insinyur Penjaga Perdamaian Vietnam di wilayah Abyei (Afrika) telah berjuang untuk mempersiapkan Tet dalam kondisi yang sulit dan kekurangan.
Sekelompok teknisi menghias pohon persik untuk Tet dari cabang-cabang pohon di Afrika (Foto: PKO).
Karena karakteristik keagamaan daerah Abyei, penduduknya tidak beternak atau mengonsumsi daging babi, maka tim teknisi mengarahkan para perwira dan prajurit untuk memanfaatkan waktu saat kembali ke Vietnam untuk cuti guna membeli keperluan seperti daging babi, daun dong, beras ketan, dan lain-lain.
Setelah barang-barang tersebut dikirim ke Jalan Raya (markas tim teknik), komandan tim menyelenggarakan kompetisi membungkus kue Chung dan menghias untuk Tet.
Tim teknisi berkompetisi membungkus banh chung dengan bahan-bahan yang dibawa dari Vietnam (Foto: PKO).
Tim teknik menggunakan material yang dapat digunakan kembali untuk mendekorasi ruang tamu dan ruang bersama para regu. Tentara Vietnam menggunakan ranting-ranting pohon hutan Afrika untuk menghias pohon persik dan aprikot dalam rangka merayakan Tet.
Tim teknik juga menyelenggarakan pertandingan voli bersama penduduk Abyei dan mengundang beberapa tentara Nigeria untuk bertindak sebagai wasit. Setelah pertandingan, tim memberikan bingkisan dan mengundang penduduk setempat untuk menikmati hidangan tradisional Vietnam.
Baret biru Vietnam bermain voli dengan warga Abyei (Foto: PKO).
Pada hari-hari mendatang, tim teknik akan melanjutkan pemasangan panggung, mendekorasi halaman pengibaran bendera posko Tet, menyelenggarakan pertunjukan budaya, dan permainan rakyat seperti tarik tambang, tangkap kambing dengan mata tertutup, pukul balon air, dorong tongkat, dan lain-lain.
Mayor Nguyen Mau Vu, komisaris politik tim teknik, mengatakan bahwa selain mempersiapkan Tet, tim masih mempraktikkan rencana keamanan dan keselamatan untuk pangkalan tersebut dalam konteks perubahan yang rumit dan tidak dapat diprediksi di wilayah Abyei.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)