Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

AS menjatuhkan sanksi terhadap 500 individu dan entitas Rusia lainnya

VTC NewsVTC News23/02/2024

[iklan_1]

Pada 23 Februari, Reuters mengutip Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo yang mengatakan bahwa Washington akan menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 500 individu dan entitas Rusia. Langkah ini menunjukkan sikap tegas AS terhadap krisis di Ukraina, mengingat konflik tersebut akan memasuki tahun ketiga.

Sanksi baru tersebut akan dilaksanakan bekerja sama dengan negara-negara sekutu dan akan menargetkan kompleks industri-militer Rusia dan perusahaan-perusahaan di negara ketiga yang memfasilitasi akses Rusia ke barang-barang yang diinginkannya, kata Tn. Adeyemo.

“Pada 23 Februari, kami akan mengeluarkan ratusan sanksi baru terhadap Rusia, dan penting bahwa sanksi ini tidak hanya diterapkan oleh Amerika Serikat,” tegas Bapak Adeyemo.

Embargo AS terhadap Rusia akan menambahkan 500 individu dan entitas yang terkait dengan Moskow ke dalam daftar sanksi. (Foto: Reuters)

Embargo AS terhadap Rusia akan menambahkan 500 individu dan entitas yang terkait dengan Moskow ke dalam daftar sanksi. (Foto: Reuters)

Sanksi terbaru ini hanyalah sebagian dari ribuan sanksi terhadap Moskow yang diumumkan oleh AS dan sekutunya setelah Rusia memulai kampanye militernya yang luar biasa. Setelah dua tahun konflik, korban jiwa di kedua belah pihak telah mencapai puluhan ribu dan banyak kota telah hancur.

Hukuman baru itu dijatuhkan saat AS dan sekutunya berupaya mempertahankan tekanan terhadap Rusia, meskipun ada keraguan mengenai apakah Kongres AS akan menyetujui bantuan keamanan tambahan ke Kiev.

Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah kehabisan dana untuk dibelanjakan pada bantuan tambahan ke Ukraina dan hanya dapat mengandalkan dukungan Kongres AS untuk paket bantuan militer tambahan.

"Sanksi dan kontrol ekspor akan memperlambat perkembangan Rusia, sehingga semakin sulit bagi mereka untuk melanjutkan perang di Ukraina," tambah Adeyemo. Ia juga mengatakan sanksi tidak dapat memperkuat Ukraina dan Kongres AS harus bertindak untuk menyediakan sumber daya dan senjata yang dibutuhkan Ukraina.

Para ahli memperingatkan bahwa sanksi tidak cukup untuk mencegah serangan Moskow.

"Apa yang dilakukan Kongres untuk memberikan bantuan militer tambahan kepada Ukraina akan lebih signifikan daripada apa pun yang dapat mereka lakukan terkait sanksi," kata Peter Harrell, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional AS.

Perekonomian Rusia telah terkena sanksi, menyusut sebesar 2,1% pada tahun 2022, kata Departemen Keuangan pada bulan Desember.

Ukuran ekonomi Rusia 5% lebih kecil dari perkiraan sebelumnya, Rachel Lyngaas, seorang ekonom, mengatakan di situs web Departemen Keuangan AS.

Namun, perekonomian Rusia masih berkinerja di atas ekspektasi, dengan Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan PDB Rusia akan tumbuh 2,6% pada tahun 2024 setelah pertumbuhan yang solid sebesar 3,0% pada tahun 2023.

Namun, juru bicara IMF Julie Kozack mengatakan pada 22 Februari bahwa "jelas bahwa Rusia sekarang berada dalam ekonomi perang," dengan pengeluaran militer yang mendorong produksi senjata, tunjangan sosial pemerintah mendorong konsumsi, dan inflasi meningkat sementara di area lain mengalami penurunan.

Tra Khanh (Sumber: Reuters)

[iklan_2]
Sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Ibu kota aprikot kuning di wilayah Tengah mengalami kerugian besar setelah bencana alam ganda
Kedai kopi Hanoi bikin heboh dengan suasana Natal ala Eropa
Kedai kopi Dalat mengalami peningkatan pelanggan sebesar 300% karena pemiliknya berperan dalam film 'silat'
Pho 'terbang' 100.000 VND/mangkuk menuai kontroversi, masih ramai pengunjung

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Naskah Nom Dao - Sumber pengetahuan masyarakat Dao

Peristiwa terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk