Perdagangan di Bursa Efek Tokyo (BEJ) pagi ini (19 September) ramai, dengan sebagian besar saham menguat signifikan. Indeks Nikkei sempat menguat 1.000 Yen. Pada penutupan sesi pagi, indeks Nikkei menguat lebih dari 904 Yen menjadi lebih dari 37.282 Yen.
Akibatnya, Indeks Harga Tokyo (TOPIK) juga meningkat lebih dari 60 poin menjadi 2.625,46 poin, dengan volume perdagangan meningkat menjadi 900,16 juta lembar saham. Menurut para ahli, optimisme pasar ini didorong oleh pemangkasan suku bunga The Fed hingga 0,5%, dua kali lipat dari ekspektasi investor sebesar 0,25%.
Meskipun masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan, penurunan suku bunga dan pemulihan pasar selanjutnya telah diprediksi sebelumnya. Lebih lanjut, dari perspektif saham-saham teknologi tinggi yang telah meningkat pesat dalam waktu singkat, dapat dikatakan bahwa periode di mana investor berhenti sejenak untuk menunggu peluang telah berlalu. Tentu saja, karena pasar Jepang sangat bergantung pada situasi ekonomi AS, fluktuasi yang akan datang masih perlu dipantau secara ketat. Namun, dalam jangka pendek, dapat dipastikan bahwa pasar akan terus meningkat,” ujar Fujita Naoko, seorang analis pasar.
Namun, bagaikan hukum yang tak tergoyahkan dan sulit dijelaskan, di tengah pasar saham yang sedang booming, nilai Yen Jepang justru merosot lebih dalam dan lebih cepat dari perkiraan. Pagi ini juga, nilai tukar Yen Jepang terhadap USD mencatat level baru di 144 Yen/USD, turun hampir 5 Yen dibandingkan level 139 Yen di awal pekan. Hal ini juga dianggap sebagai faktor yang membuat investor harus lebih waspada.
[iklan_2]
Sumber: https://vov.vn/thi-truong/my-ha-san-lai-suat-thi-truong-chung-khoan-nhat-ban-khoi-sac-post1122583.vov
Komentar (0)