Buah-buahan mengandung gula alami seperti fruktosa, glukosa, dan sukrosa. Namun, perbedaan utamanya adalah gula-gula ini dikombinasikan dengan serat dan air. Kedua faktor ini membantu tubuh mencerna dan menyerap gula dan pati lebih lambat dibandingkan dengan mengonsumsi gula dari minuman ringan atau permen, menurut situs web kesehatan Healthline (AS).

Pisang, mangga, anggur, nanas, dan buah naga adalah buah-buahan manis yang mengandung banyak nutrisi penting.
FOTO: N. Quy dibuat menggunakan AI
Apakah gula dalam buah benar-benar menyebabkan kenaikan berat badan?
Berkat kandungan seratnya yang tinggi, buah-buahan membantu memperpanjang rasa kenyang, mengurangi keinginan ngemil, dan berkontribusi pada kadar gula darah yang stabil setelah makan. Selain itu, sebagian besar buah memiliki kepadatan energi yang rendah, artinya buah menyediakan kalori yang relatif sedikit dibandingkan dengan beratnya. Oleh karena itu, satu porsi buah seringkali memberikan rasa kenyang yang lebih besar daripada banyak camilan dengan jumlah kalori yang sama.
Orang yang mencoba menurunkan berat badan mungkin khawatir bahwa fruktosa dalam buah dapat menyebabkan penambahan berat badan. Namun, para ilmuwan mengatakan penting untuk membedakan fruktosa dari buah dengan fruktosa yang ditemukan dalam makanan olahan atau minuman manis.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak fruktosa dari minuman ringan dan makanan olahan dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini karena makanan tersebut seringkali sangat tinggi kalori tetapi tidak memberikan rasa kenyang yang cukup. Sementara itu, buah-buahan utuh mengandung lebih banyak air dan serat, sehingga mengurangi kemungkinan dikonsumsi berlebihan.
Buah-buahan manis seperti pisang, mangga, anggur, nanas, dan buah naga tetap merupakan makanan yang sangat bergizi. Pisang mengandung kalium, vitamin B6, dan serat. Mangga kaya akan vitamin C, vitamin A, dan antioksidan. Anggur juga merupakan sumber polifenol yang bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular.
Jika buah-buahan ini dihilangkan sepenuhnya dari diet, orang yang mencoba menurunkan berat badan mungkin akan kehilangan banyak nutrisi penting, kata Natalie Rizzo, seorang ahli gizi yang berbasis di New York City.
Bagaimana cara mengonsumsi buah untuk mendukung penurunan berat badan yang efektif?
Meskipun buah adalah makanan sehat, bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya tanpa batas. Beberapa buah mengandung kalori yang jauh lebih banyak daripada buah lainnya.
Sebagai contoh, durian, nangka, atau buah kering seringkali mengandung kalori tinggi per porsi. Oleh karena itu, orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan harus memperhatikan ukuran porsi buah-buahan manis ini untuk menghindari kalori berlebih.
Untuk mendapatkan manfaat buah-buahan untuk menurunkan berat badan, prioritaskan buah segar utuh daripada jus atau smoothie dengan tambahan gula.
Selain itu, Anda dapat menggabungkan buah dengan makanan yang kaya protein atau lemak sehat untuk meningkatkan rasa kenyang. Misalnya, apel dengan yogurt tawar, atau pisang dengan kacang-kacangan, menurut Healthline .
Sumber: https://thanhnien.vn/nguoi-dang-giam-can-co-can-han-che-trai-cay-ngot-185260531134128313.htm






Komentar (0)