Pada pagi hari tanggal 4 April, di Hanoi, Kementerian Kebudayaan, Olahraga , dan Pariwisata mengadakan Upacara Penutupan dan menganugerahkan Penghargaan Pengembangan Budaya Membaca ke-6 dan meluncurkan Kontes Duta Budaya Membaca 2024.
Penghargaan Pengembangan Budaya Baca merupakan penghargaan yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata sejak tahun 2018, untuk menghargai kontribusi yang berharga, mendorong dan memotivasi organisasi dan individu untuk memberikan kontribusi positif bagi pengembangan budaya baca di kementerian, cabang, daerah, wilayah, dan masyarakat.
Penyelenggaraan Penghargaan Pengembangan Budaya Membaca ke-6 ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata yang baru terbit pada tahun 2023. Dengan demikian, penghargaan diberikan kepada perkumpulan dan perseorangan yang telah menyelenggarakan, turut serta dalam penyelenggaraan, atau berkontribusi terhadap pengembangan budaya membaca sekurang-kurangnya 3 tahun berturut-turut dan belum pernah memperoleh Penghargaan ini dalam jangka waktu 3 tahun sejak tanggal pengajuan usulan, serta telah menyelenggarakan model kegiatan budaya membaca yang efektif dan tersebar luas di masyarakat.
Khusus bagi perseorangan yang mengajukan diri untuk dipertimbangkan dalam Penghargaan ini, minimal harus mempunyai 1 inisiatif atau usulan model atau praktik baik yang telah diterapkan secara luas dan mempunyai daya dukung yang luas, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan budaya baca di tingkat daerah, kementerian, cabang, lembaga, dan unit.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata telah mengeluarkan dokumen yang memandu pertimbangan dan pemberian Penghargaan Pengembangan Budaya Membaca sejak November 2023 dan menerima 78 aplikasi dari kolektif dan individu yang meminta pertimbangan dan penghargaan, termasuk 36 aplikasi kolektif dan 42 aplikasi individu.
Dewan Penghargaan bekerja secara serius, objektif, dan tidak memihak untuk memilih dan menyerahkan kepada para pemimpin Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk memberikan penghargaan kepada 17 kelompok dan 13 individu dengan prestasi luar biasa dalam mengembangkan budaya membaca.
Secara khusus, provinsi Nghe An memiliki satu-satunya perwakilan yang menerima penghargaan ini, Ibu Tran Thuy Nga - pendiri dan pengelola perpustakaan gratis Thuy Nga di komune Nghia Dong, distrik Tan Ky.
Ibu Tran Thuy Nga lahir pada tahun 1985 di komune Nghia Dong (Tan Ky). Saat berusia 14 tahun, poliartritis menyebabkan anggota tubuhnya kaku dan cacat. Sejak saat itu, ia tidak dapat berjalan dan harus menggunakan kursi roda, sehingga kegiatan belajarnya pun terganggu.
Pada Januari 2004, Ibu Thuy Nga membuka toko penyewaan buku kecil-kecilan dari saudara perempuannya yang bekerja di Korea Selatan. Uang yang diperolehnya dari penyewaan buku digunakan untuk membeli buku-buku baru. Seiring bertambahnya jumlah buku, Ibu Nga tidak lagi menyewakan buku, tetapi juga mengajak orang-orang untuk datang dan membaca serta meminjam buku secara gratis untuk mendorong minat baca yang lebih beragam.
Dari sebuah toko penyewaan buku kecil, sebuah perpustakaan komunitas perlahan-lahan terbentuk dengan ribuan buku. Hingga kini, perpustakaannya memiliki lebih dari 8.000 buku. Setiap tahun, jumlah buku yang dipinjam secara rutin mencapai hampir 1.000.
Berkat usahanya dalam mengelola kegiatan perpustakaan komunitas, pada tahun 2021, Ibu Tran Thi Thuy Nga menerima Sertifikat Penghargaan dari Komite Sentral Persatuan Pemuda Vietnam atas prestasi luar biasa dalam melaksanakan Gerakan Relawan Pemuda 2021 dan menjadi pemuda disabilitas berprestasi yang mendapatkan penghargaan dalam program "Shining Vietnamese Willpower".
Pada tahun 2022 dan 2023, ia diundang menjadi juri kontes berbagi cerita "Saya berbuat baik" yang diselenggarakan oleh Pusat Relawan Nasional.
Pada tahun 2023, ia diundang menjadi Duta Media untuk Kontes Foto tentang Penyandang Disabilitas dengan tema "Prisma Cinta".
Sumber
Komentar (0)