(Tanah Air) - Nguyen Ky Anh memilih jalan yang lambat untuk merasakan dan melestarikan keindahan warisan nasional melalui "Setiap foto adalah sebuah cerita" yang emosional, menyentuh hati jutaan pemirsa.
Bagi Ky Anh, setiap foto adalah dialog dengan dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya. Ky Anh ingin melestarikan hal-hal indah yang mudah terlupakan dalam siklus waktu, agar seseorang tiba-tiba teringat kenangan lama, dan mungkin memiliki kesempatan untuk membukanya dan melihatnya. Dengan pemikiran tersebut, Ky Anh telah menghabiskan sebagian besar waktunya mengabadikan momen-momen vitalitas warisan yang sangat nyata, tampak kecil tetapi bermakna ketika direnungkan kembali.
Lahir dan besar di tengah urbanisasi yang pesat, Ky Anh selalu mencari ciri-ciri budaya, adat istiadat, dan momen-momen bersejarah yang terlupakan atau kurang diperhatikan. Karya-karyanya seringkali berfokus pada keindahan alam yang sederhana dan sederhana agar para pengunjung dapat mengagumi sekaligus merasakan jiwa setiap negeri dan masyarakat, sekaligus keindahan budaya Vietnam.
Berawal dari kecintaan tersebut, pria 9x asal Dong Thap ini meninggalkan pekerjaannya yang menarik sebagai direktur kreatif untuk menghabiskan setahun penuh mengunjungi lebih dari 30 provinsi dan kota di Vietnam, mengabadikan foto-foto budaya dan warisan yang indah. Melalui setiap karyanya, Ky Anh berusaha menyampaikan pesan untuk melestarikan keindahan abadi dan menghormati nilai-nilai budaya yang unik di setiap daerah. Karena baginya, setiap negeri menyimpan sejarah panjang, kedalaman budaya dan sosial , serta keindahan arsitektur dan masyarakatnya.
Setiap proyek merupakan perjalanan penemuan dan penggambaran kembali keindahan Vietnam yang sangat nyata, yang ingin Ky Anh sampaikan kepada semua orang. Tak peduli berapa lama waktu berlalu, foto-foto tersebut tetap mempertahankan nilainya, membangkitkan kembali emosi lama, dan membawa pemirsa kembali ke masa lalu yang berdenyut.
Kesan paling mendalam dari Ky Anh adalah rangkaian foto tentang warisan budaya dan kuliner seperti: Musim Emas - Musim Liburan, Hue - Dinasti Emas, air putih Can Tho yang jernih, Cho Nau yang berputar, Heard Ca Mau yang jauh... yang menyentuh hati banyak orang. Setiap gambar memiliki makna yang mendalam, menyebarkan simpati, mengingatkan orang akan rasa hormat, dan mendorong masyarakat untuk memperjuangkan nilai-nilai inti yang membentuk "jiwa" bangsa.
Bagi Ky Anh, fotografi adalah cara baginya untuk lebih memahami dirinya sendiri dan nilai-nilai yang ingin ia lestarikan. Melestarikan potongan-potongan kehidupan yang lembut. Melestarikan emosi, kenangan, dan nilai-nilai yang familiar sehingga bahkan ketika ia pergi jauh, tumbuh dewasa, dan menua, ia masih dapat mengenangnya. Melestarikan kisah-kisah negeri dan masyarakat untuk lebih menghargai hari-hari yang ia jalani. Dan yang terpenting, teruslah menyebarkan emosi yang indah kepada banyak orang, keindahan itu akan terus bertambah indah.
Jadi, fotografi bukan sekadar bingkai yang indah, melainkan kekuatan koneksi. Setiap gambar membuka perasaan mendalam tentang kehidupan, membantu pemirsa memahami dan lebih mencintai apa yang mereka miliki. Ky Anh selalu berusaha menyentuh emosi terdalam di hati pemirsa, sehingga kisah yang ia sampaikan melalui gambar-gambar tersebut dapat membuat mereka berhenti sejenak, merenung, dan merasa lebih terhubung dengan kehidupan sehari-hari. Hal yang istimewa adalah selalu mampu mendengarkan, berbagi, dan bersimpati dengan kisah karakter dalam foto. Karena rasa welas asih itulah yang telah menghembuskan kehidupan ke dalam setiap gambar, membuatnya terasa hidup dan dekat.
“Untuk mendapatkan momen paling autentik, Anda perlu duduk, berbicara, dan mendengarkan cerita di baliknya; sehingga foto-foto tersebut memiliki napas dan detak jantung orang-orang di dalamnya.” Fotografer muda Nguyen Ky Anh
[iklan_2]
Sumber: https://toquoc.vn/nguoi-tre-va-suc-song-cho-di-san-qua-anh-20250126105054887.htm
Komentar (0)