Pada tanggal 15 November, Departemen Pendidikan dan Pelatihan distrik Ham Thuan Nam (provinsi Binh Thuan ) melaporkan kasus seorang siswa kelas 7 di daerah tersebut yang dipukuli oleh sekelompok teman, yang menyebabkan dia dirawat di rumah sakit.
Oleh karena itu, setelah kejadian tersebut, unit terkait meminta Sekolah Menengah Thuan Nam untuk segera, dalam kewenangan pengelolaannya, menyelenggarakan peninjauan untuk mengklarifikasi tanggung jawab kolektif dan individu yang terlibat dalam insiden yang memengaruhi kesehatan dan psikologi siswa dan menanganinya sesuai peraturan.
Bagi NLTM (siswa kelas 7, Sekolah Menengah Pertama Thuan Nam) - korban pemukulan di Danau Tan Lap, pihak sekolah mendatangi Rumah Sakit Umum Binh Thuan untuk menanyakan keadaannya dan memberikan semangat agar ia dapat tenang dan pulih sehingga dapat segera kembali ke sekolah untuk melanjutkan sekolah.
Siswa M. dihadang dan dipukuli oleh sekelompok siswa. Foto dipotong dari klip
Pada sore hari tanggal 12 November, rumah sakit mengizinkan M. pulang untuk pemantauan dan perawatan lanjutan di rumah. Pada tanggal 13 November, keluarga membawanya ke Rumah Sakit Anak 2 (HCMC) untuk pemeriksaan psikologis.
Terkait dengan kelompok siswa yang menganiaya temannya, Sekolah Menengah Pertama Thuan Nam untuk sementara waktu menangguhkan 6 siswa dari sekolah, termasuk 1 siswa hingga akhir tahun ajaran 2024-2025.
Sebelumnya, sekitar pukul 09.30 tanggal 7 November, M. dipukuli oleh empat siswi (ketiganya siswa kelas 7) dari Sekolah Menengah Pertama Thuan Nam. Selain itu, seorang siswi merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel.
Penyebab awalnya, menurut keterangan M, adalah karena seorang teman perempuannya (salah satu siswi yang memukulnya) menyalahkan dirinya karena kehilangan helm, sehingga mengakibatkan kejadian di atas.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/nhom-hoc-sinh-lop-7-chan-danh-ban-hoc-nhap-vien-ar907691.html
Komentar (0)