Presiden Suriah Bashar al-Assad diyakini telah meninggalkan Damaskus pada malam 7 Desember, menurut seorang pejabat senior Israel, Jerusalem Post melaporkan.
Pejabat itu mengatakan, Tn. Assad mungkin bermaksud melanjutkan perjalanannya ke Moskow, meskipun saat ini belum ada konfirmasi bahwa ia telah meninggalkan Suriah.
Seorang pejabat senior AS juga mengatakan negaranya sedang memantau kepergian Assad dari Damaskus dan " yakin dia berencana terbang ke Rusia".
Rincian lebih lanjut mengenai tujuan perjalanan tersebut belum diungkapkan.
Potret Tuan Assad di Aleppo, Suriah utara. (Foto: Getty)
Pada 8 Desember, Reuters mengutip sumbernya sendiri yang mengatakan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad meninggalkan Damaskus menuju lokasi yang dirahasiakan. Sementara itu, para pemberontak bergerak cepat memasuki pusat kota Damaskus tanpa menghadapi perlawanan apa pun dari tentara Suriah.
Reuters mengutip para saksi yang mengatakan bahwa ribuan orang membanjiri alun-alun pusat Damaskus sebagai tanggapan atas berita bahwa pemerintahan Presiden Bashar al-Assad secara bertahap runtuh.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pada tanggal 8 Desember bahwa Assad mungkin berada di luar Suriah.
Pada 6 Desember, The Wall Street Journal melaporkan bahwa istri dan tiga anak Assad juga telah meninggalkan Suriah. Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa dua saudara ipar Assad telah meninggalkan negara itu menuju Uni Emirat Arab (UEA). Penasihat urusan luar negeri presiden UEA, Anwar Gargash, mengatakan pada 8 Desember bahwa ia tidak tahu apakah Assad berada di UEA.
UEA memberikan suaka kepada mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada tahun 2021 setelah ia melarikan diri dari Kabul selama pengambilalihan Taliban.
Masih belum ada informasi atau konfirmasi pasti tentang keberadaan pemimpin Suriah tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/nhung-don-doan-ve-tung-tich-cua-tong-thong-syria-bashar-al-assad-ar912273.html
Komentar (0)