Garam Bac Lieu dipajang di Lapangan Hung Vuong, tempat banyak kegiatan Festival berlangsung. Foto: M.D.
Kisah produksi garam bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang dedikasi orang-orang yang bekerja di ladang garam. Bapak Nguyen Van Hung (Komune Dien Hai) berbagi: “Saya telah mengikuti profesi leluhur saya sejak kecil. Tahun ini saya berusia 65 tahun, dan meskipun ini pekerjaan berat, saya tidak pernah berpikir untuk menyerah. Garam ini adalah sumber kehidupan banyak generasi, dan ini adalah kebanggaan kami.” Mendengar kata-kata Bapak Hung membuat hati saya terenyuh!
Melihat ladang garam yang berkilauan di bawah sinar matahari, hati saya dipenuhi emosi. Setiap butir garam menceritakan kisah kesabaran, keyakinan pada hal-hal sederhana namun bermakna. Keringat yang mengalir di wajah para petani garam di ladang yang terik, tangan mereka yang kapalan mencengkeram erat garpu garam – semuanya merupakan bukti ketekunan dan komitmen mendalam mereka terhadap profesi ini. Namun, di tengah perkembangan masyarakat modern, produksi garam juga menghadapi banyak tantangan: fluktuasi harga, dampak perubahan iklim, dan persaingan dari garam impor. Untuk melestarikan dan mengembangkan produksi garam, dukungan dari pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk meningkatkan nilai produk dan membangun merek yang lebih kuat di pasar. Mengembangkan model koperasi dan menggabungkannya dengan pariwisata berbasis pengalaman juga merupakan arah yang layak untuk membantu produksi garam berkembang lebih berkelanjutan.
Bac Lieu bukan hanya tanah lagu-lagu rakyat yang mengharukan dan kisah-kisah para bangsawan yang elegan, tetapi juga tanah garam, bumbu yang tak tergantikan dalam masakan Vietnam. Butiran garam yang kecil itu menyimpan kisah besar tentang manusia dan laut. Kehidupan modern telah membawa banyak perubahan, tetapi ladang garam Bac Lieu masih mempertahankan keindahan aslinya, yang terhubung erat dengan langit, tanah, air, dan kekuatan rakyatnya.
Saat matahari terbenam, muatan garam dibawa pulang. Butiran garam yang kecil itu membawa begitu banyak emosi dan kenangan, sebuah harta karun yang tak terukur, hanya bisa dirasakan dengan hati. "Selama Laut Timur tetap kering / Selama Bac Lieu memiliki garam, aku tak akan takut miskin," lagu rakyat ini bukan hanya sebuah penegasan tetapi juga pesan kepada generasi mendatang.
Pembuatan garam di Bac Lieu telah menjadi warisan budaya bangsa. Melestarikan dan menghargai garam sangat penting karena garam melambangkan manisnya kehidupan, manisnya tanah, dan cinta rakyatnya.
Cao Minh Teo
Sumber: https://baocamau.vn/nhung-hat-muoi-trang-cua-doi-a41289.html









Komentar (0)