Pada sore hari tanggal 25 November, perwakilan Kejaksaan Rakyat Tingkat Tinggi di Kota Ho Chi Minh terus menanggapi pembelaan terdakwa dan pengacara dalam sidang banding tahap pertama kasus yang terjadi di Van Thinh Phat Group, Saigon Commercial Joint Stock Bank (SCB) dan unit serta organisasi terkait.
Dalam persidangan, Kejaksaan Rakyat mengubah pendapatnya dan mengusulkan pengurangan hukuman lebih lanjut bagi terdakwa Truong Khanh Hoang, mantan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal SCB. Khususnya, hukuman yang diusulkan dikurangi dari 18 tahun (putusan tingkat pertama) menjadi 15-16 tahun penjara atas tindak pidana penggelapan barang. Sebelumnya, pada 15 November, Kejaksaan Rakyat mengusulkan pengurangan hukuman bagi terdakwa dari 18 tahun menjadi 16-17 tahun penjara.
Alasan penyesuaian hukuman adalah karena terdakwa Hoang memiliki keadaan yang meringankan baru, termasuk membayar 1,2 miliar VND untuk memperbaiki konsekuensinya dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan amal.
Terdakwa Truong Khanh Hoang.
Berdasarkan kasus tersebut, Truong Khanh Hoang bekerja di SCB Bank dari tahun 2019 hingga 2022, dengan jabatan Wakil Direktur Jenderal yang membawahi Divisi Penilaian Ulang; Pelaksana Tugas Direktur Jenderal SCB Bank (dari 15 Mei 2021 hingga 12 Agustus 2022).
Selama bekerja di Bank SCB, Truong Khanh Hoang berpartisipasi dalam banyak rapat pimpinan kantor pusat Bank SCB atas panggilan Truong My Lan. Dalam rapat tersebut, Truong My Lan mengarahkan pemberian pinjaman, jumlah uang yang akan dicairkan, waktu pencairan, jaminan yang diberikan, dan kepada siapa dana akan dicairkan. Truong My Lan juga secara langsung atau langsung mengarahkan kerabat dan karyawan seperti Nguyen Phuong Anh, Truong Hue Van, Ngo Thanh Nha, Truong Vincent Kinh... untuk memanggil Hoang guna memberikan arahan yang sama seperti dalam rapat dengan pimpinan kantor pusat.
Setelah menerima informasi dari Lan, Hoang berdiskusi dengan Tran Thi My Dung untuk mengarahkan dan menugaskan departemen-departemen khusus (penilaian ulang, persetujuan kredit, dll.) untuk memproses pengajuan pinjaman dan menyerahkannya kepada Vo Tan Hoang Van, Direktur Utama SCB Bank untuk disetujui. Setelah itu, para pemimpin di kantor pusat akan menyusun rencana pinjaman, menetapkan langkah-langkah implementasi terperinci bagi bawahan untuk menyelesaikan prosedur pengajuan dan pencairan tepat waktu sesuai yang ditetapkan oleh Truong My Lan, dan kemudian melegalisasi dokumen agunan.
Untuk pinjaman di Truong My Lan, tidak ada departemen inspeksi pinjaman. Departemen ini dipimpin oleh Tran Thi My Dung, yang mengarahkan bawahannya untuk memantau. Ketika pinjaman jatuh tempo, mereka berkoordinasi dengan Van Thinh Phat Group untuk menjalankan prosedur dan rencana pembayaran pokok, bunga, atau pelunasan pinjaman.
Dari 10 September 2019 hingga 1 Desember 2021, Truong Khanh Hoang, dalam perannya sebagai Wakil Direktur Jenderal, anggota Dewan Bisnis dan Investasi Kantor Pusat, Wakil Direktur Jenderal yang diberi wewenang oleh Direktur Jenderal, menandatangani 253 laporan evaluasi ulang, 349 risalah rapat Dewan Bisnis dan Investasi Kantor Pusat, 39 Laporan Direktur Jenderal yang diserahkan kepada Dewan Direksi untuk menyetujui pemberian 386 pinjaman kepada 270 nasabah yang merupakan individu dan badan hukum yang tergabung dalam ekosistem Van Thinh Phat Truong My Lan di SCB Bank.
Padahal dia tahu bahwa pinjaman Truong My Lan dan Van Thinh Phat Group semuanya ilegal, karena dia dibayar gaji yang sangat tinggi yakni 130 juta hingga 500 juta VND/bulan, dan pada hari libur atau Tet, dia juga diberi banyak bonus oleh Truong My Lan, yang totalnya sekitar 5 miliar VND, Truong Khanh Hoang tetap melakukan pelanggaran tersebut, dengan aktif membantu Truong My Lan mengambil alih lebih dari 182.000 miliar VND milik SCB.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/nop-1-2-ty-dong-khac-phuc-cuu-quyen-tong-giam-doc-scb-duoc-de-nghi-giam-an-ar909572.html
Komentar (0)