Mulai 1 September, model mobil domestik akan menerima pengurangan biaya registrasi sebesar 50% dari Negara, yang berlaku selama 3 bulan. Hal ini meningkatkan tekanan persaingan terhadap produk yang tidak dirakit di dalam negeri, tetapi distributor belum mengurangi impor, bahkan meningkatkannya.
Menurut data yang dirilis oleh Departemen Umum Bea Cukai, negara ini mengimpor 18.405 mobil utuh dari semua jenis pada bulan September, dengan total omzet hampir 378 juta dolar AS. Dibandingkan bulan sebelumnya, impor mobil meningkat sebesar 22,2% dalam volume dan 26,4% dalam nilai.
Pada paruh pertama Oktober, jumlah mobil impor yang tiba di pelabuhan Vietnam tetap tinggi, mencapai 9.227 unit, dengan nilai omzet sebesar 190,7 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, mobil dengan 9 penumpang atau kurang masih mendominasi, mencapai 7.745 kendaraan.
Dari awal tahun hingga 15 Oktober, total 134.272 mobil utuh diimpor ke Vietnam, dengan total omzet 2,76 miliar USD (Foto: Hoang Ha).
Dalam 9 bulan pertama tahun 2024, Vietnam mengimpor mobil terbanyak dari Indonesia (50.890 unit), diikuti oleh Thailand (47.580 unit) dan Tiongkok (21.948 unit). Dari jumlah tersebut, jumlah mobil yang berasal dari negara berpenduduk satu miliar jiwa ini meningkat tajam pada tahun 2024, melampaui hasil tahun 2022 (17.333 unit) dan 2023 (11.002 unit).
Hasil ini didorong oleh masuknya sejumlah besar produsen mobil Tiongkok ke pasar pada tahun 2024, termasuk banyak nama besar seperti BYD dan GAC. Yang terbaru, Aion, merek mobil listrik murni di bawah Guangzhou Automobile Group (GAC Group), dengan dua produk pertamanya, ES dan Y Plus.
Aion Y Plus berada di segmen crossover segmen C, dengan harga eceran yang disarankan sebesar VND888 juta. Sementara itu, Aion ES diposisikan di segmen sedan segmen D, dengan harga VND788 juta (Foto: Aion).
Para ahli mengatakan ada dua alasan utama mengapa produsen mobil masih aktif mengimpor mobil ke Vietnam dalam konteks biaya registrasi preferensial untuk mobil domestik. Pertama, kebijakan pemerintah untuk mendukung mobil domestik hanya akan berlangsung selama 3 bulan hingga akhir November.
Kedua, pasar otomotif Vietnam telah memasuki musim belanja akhir tahun dan sedang bersiap menyambut Tahun Baru Imlek. Produsen mobil seringkali menyiapkan pasokan yang memadai untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.
Melimpahnya pasokan juga menciptakan kondisi bagi produsen dan dealer mobil untuk menerapkan insentif bagi produk impor, sehingga meningkatkan daya saing dengan mobil domestik. Misalnya, Honda CR-V e:HEV, versi ini pada bulan-bulan sebelumnya sering kehabisan stok, terkadang "hilang", tetapi kini mendapatkan insentif di dealer.
Harga Honda CR-V e:HEV yang tercantum tidak mengalami penyesuaian seperti versi rakitan dalam negeri pada awal September, tetap di angka VND1,259 miliar. Namun, varian ini didiskon sebesar VND50 juta di beberapa dealer, sekaligus menawarkan paket aksesori tambahan senilai VND40-50 juta (Foto: Nguyen Lam).
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/o-to-xe-may/o-to-nhap-khau-o-at-ve-viet-nam-bat-chap-xe-noi-dia-duoc-uu-dai-truoc-ba-20241021114646884.htm
Komentar (0)