Presiden Panama Jose Raul Mulino mengesampingkan negosiasi atas kendali Terusan Panama, menegaskan bahwa China tidak ikut campur dalam operasi terusan dan menyatakan bahwa tidak akan ada pengurangan biaya untuk kapal-kapal AS.
Presiden Mulino pada konferensi pers pada tanggal 26 Desember
Kantor berita AFP pada tanggal 27 Desember mengutip Presiden Panama Jose Raul Mulino yang mengesampingkan kemungkinan bernegosiasi dengan Presiden terpilih AS Donald Trump mengenai kendali Terusan Panama, sembari membantah adanya campur tangan China dalam operasi terusan tersebut.
Tuan Mulino juga mengesampingkan pengurangan biaya untuk kapal-kapal AS, sebagai tanggapan atas ancaman Tuan Trump untuk menuntut pengembalian kendali jalur air penting yang menghubungkan samudra Atlantik dan Pasifik .
"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Terusan ini milik Panama dan milik rakyat Panama. Tidak ada kemungkinan untuk membuka diskusi apa pun mengenai kenyataan ini, yang telah menelan korban darah, keringat, dan air mata negara ini," ujar pemimpin negara Amerika Tengah tersebut.
Terusan tersebut, yang diresmikan pada tahun 1914 dan dibangun oleh Amerika Serikat, diserahkan kepada Panama pada tanggal 31 Desember 1999, berdasarkan perjanjian yang ditandatangani sekitar dua dekade sebelumnya antara Presiden AS saat itu Jimmy Carter dan pemimpin Panama Omar Torrijos.
Pada tanggal 21 Desember, Tn. Trump mengkritik biaya "konyol" bagi kapal-kapal Amerika yang melewati terusan tersebut dan menyinggung pengaruh Tiongkok yang semakin besar.
"Panama yang mengelolanya, bukan Tiongkok atau siapa pun. Kami tidak akan pernah membiarkannya jatuh ke tangan yang salah," tulis Trump di jejaring sosial Truth Social, seraya menambahkan bahwa AS akan menuntut "pengembalian" terusan tersebut jika Panama tidak memastikan "operasi terusan yang aman, efisien, dan andal".
Diperkirakan 5% lalu lintas maritim global melewati Terusan Panama, yang memungkinkan kapal yang bepergian antara Asia dan Pantai Timur AS menghindari rute panjang dan berbahaya di sekitar ujung selatan Amerika Selatan.
Amerika Serikat merupakan pengguna utama terusan itu, yang mengangkut 74% barang, diikuti oleh Tiongkok dengan 21%.
"Sama sekali tidak ada campur tangan atau keterlibatan Tiongkok dalam apa pun yang terkait dengan Terusan Panama," tegas Presiden Mulino, seraya menepis tuduhan lain dari Trump bahwa tentara Tiongkok mengoperasikan terusan tersebut secara ilegal.
Panama menjalin hubungan diplomatik dengan China pada tahun 2017, setelah memutuskan hubungan dengan Taiwan.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/panama-quyet-khong-dam-phan-voi-ong-trump-ve-kenh-dao-phu-nhan-anh-huong-cua-trung-quoc-18524122706435595.htm
Komentar (0)