- Mengingat perkembangan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kompleks di beberapa negara, terutama Tiongkok, yang mencatat kasus pertama infeksi PK tipe SAT1 pada sapi pada awal April 2026, lembaga-lembaga khusus dan kecamatan/kelurahan di provinsi tersebut secara proaktif menerapkan banyak langkah untuk mencegah risiko penyebaran penyakit.

Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit menular berbahaya pada ternak, yang mampu menyebar dengan cepat, penularannya meluas, dan menyebabkan kerusakan parah pada industri peternakan. Menurut para ahli, virus PK memiliki 7 serotipe: O, A, C, Asial, SAT1, SAT2, dan SAT3. Di Vietnam, sejauh ini telah tercatat 3 serotipe: O, A, dan Asial.
Virus penyakit mulut dan kuku (FMD) tipe SAT1 terutama beredar di Afrika, tetapi baru-baru ini muncul di luar wilayah ini. Secara khusus, pada awal April 2026, Tiongkok mencatat lebih dari 200 kasus pada sapi untuk pertama kalinya. Perlu dicatat, saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk tipe SAT1.
Menanggapi situasi ini, Komite Rakyat Provinsi mengeluarkan arahan yang menginstruksikan departemen, lembaga, dan unit terkait, serta Komite Rakyat komune dan kelurahan, untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan masuknya virus FMD tipe SAT1 ke wilayah tersebut.
Oleh karena itu, Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup (DARD) telah mengarahkan unit-unit khusus untuk secara proaktif menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tipe SAT1. Bapak Tran Van Ngan, Wakil Direktur Pusat Penyuluhan Pertanian Provinsi, menyatakan: "Langkah terpenting adalah pemantauan ketat, deteksi dini, dan pencegahan risiko infeksi di daerah tersebut. Pusat telah menugaskan staf untuk secara rutin memantau situasi penyakit di daerah tersebut; upaya terkoordinasi untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya penyakit dan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian. Pada saat yang sama, kami memperkuat inspeksi pekerjaan vaksinasi dan sanitasi serta disinfeksi lingkungan peternakan di desa-desa untuk membatasi risiko wabah penyakit."
Selain itu, dari tanggal 13 hingga 19 Mei, Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup membentuk tim inspeksi untuk meninjau implementasi langkah-langkah pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tipe SAT1 dan vaksinasi ternak di beberapa kecamatan di seluruh provinsi. Inspeksi tersebut berfokus pada penyebaran dan implementasi arahan, pengawasan penyakit pada ternak, serta pengembangan dan implementasi rencana respons terhadap PK, khususnya tipe SAT1. Melalui inspeksi ini, kecamatan-kecamatan tersebut menunjukkan implementasi proaktif terhadap langkah-langkah pencegahan dan pengendalian penyakit.
Selain itu, pihak berwenang memperkuat koordinasi untuk mengontrol secara ketat pengangkutan hewan dan produk hewani melintasi perbatasan dan di jalur transportasi guna mencegah perdagangan dan pengangkutan ternak yang tidak diketahui asal-usulnya.
Di komune perbatasan, upaya propaganda juga telah diintensifkan untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan penyakit di kalangan peternak. Bapak Hoang Trung Dung, Wakil Ketua Komite Rakyat komune Khuat Xa, mengatakan: Untuk secara proaktif mencegah dan mengendalikan wabah penyakit, komune telah mengarahkan departemen khusus untuk berkoordinasi dengan desa-desa untuk meninjau jumlah ternak, dan secara langsung menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, terutama peternak di dekat daerah perbatasan, tentang langkah-langkah untuk mencegah dan mengendalikan virus FMD tipe SAT1.
Pemerintah daerah telah menyediakan 105 liter disinfektan kepada seluruh 21 desa untuk disemprotkan guna mendisinfeksi kandang ternak dan lingkungan sekitarnya; dan berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait untuk memperkuat inspeksi dan pengendalian transportasi dan perdagangan ternak di wilayah tersebut.
Dengan keterlibatan lembaga khusus dan otoritas lokal, para peternak telah secara proaktif menerapkan langkah-langkah untuk melindungi ternak mereka. Ibu Vi Thi Dang, dari desa Khon Say, komune Tan Doan, mengatakan: "Keluarga saya saat ini memiliki 3 ekor sapi dan 8 ekor babi. Setelah mendengar tentang wabah penyakit baru ini, keluarga saya menjadi lebih memperhatikan kebersihan kandang, melakukan disinfeksi secara teratur, memvaksinasi hewan secara menyeluruh terhadap berbagai penyakit, dan meningkatkan asupan nutrisi mereka untuk meningkatkan kekebalan tubuh."
Meskipun belum ada wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tipe SAT1 yang tercatat di provinsi ini hingga saat ini, mengingat risiko yang ada dari daerah perbatasan, penerapan langkah-langkah pencegahan secara proaktif sejak dini dan dari jarak jauh dianggap sebagai solusi penting untuk melindungi ternak dan meminimalkan kerugian bagi petani.
Sumber: https://baolangson.vn/ngan-benh-tu-som-tu-xa-5093014.html








Komentar (0)