
Menurut Anadolu News, dalam sebuah unggahan media sosial pada 25 Mei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menulis: "Informasi bahwa Qatar menawarkan untuk membayar Iran $12 miliar untuk mengamankan kesepakatan sama sekali tidak berdasar. Berita ini disebarkan oleh pihak-pihak yang berupaya menyabotase kesepakatan dan melemahkan upaya diplomatik untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan stabilitas di kawasan tersebut."
Peran diplomatik Qatar telah mapan dan terdokumentasi secara publik. Oleh karena itu, retorika semacam itu tidak lebih dari upaya putus asa untuk menodai reputasi Qatar sebagai mediator perdamaian internasional yang kredibel.
Pernyataan itu disampaikan saat beberapa pejabat tinggi Iran mengunjungi Qatar di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Menurut media Iran, Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati tiba di Qatar pada 25 Mei. Televisi pemerintah Iran IRIB, mengutip sumber anonim, melaporkan bahwa kunjungan Hemmati menyusul perjalanan delegasi Qatar ke Teheran pekan lalu untuk membahas aset Iran yang dibekukan.
Iran berupaya untuk melepaskan aset-aset yang dibekukan di luar negeri, termasuk yang berada di Qatar, sebagai bagian dari negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan dengan Amerika Serikat. Laporan memperkirakan total jumlah dana Iran yang dibekukan di Qatar mencapai sekitar 12 miliar dolar AS.
Ketegangan regional meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada 28 Februari, yang mendorong Teheran untuk membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan lokasi di seluruh wilayah tersebut.
Sumber: https://vietnamnet.vn/qatar-bac-tin-chi-cho-iran-12-ty-usd-de-dat-thoa-thuan-voi-my-2519506.html








Komentar (0)